Diduga Aktivitas PETI , Sepanjang DAS Melawi Marak

Photo : Lokasi Peti, //Jhoni //.

Kalbar Melawi – Postkotapontianak.com. Aktivitas PETI pekerja Emas Tanpa ijin Di sepanjang Aliran DAS Daerah Aliran Sungai Melawi saat ini Kian Marak,
Dari pantauan Wartawan Saat menelusuri Sungai Melawi, sabtu 11/5/19) tampak Ratusan lanting Jek,bermesin Besar seperti Fuso,PS, Dan Dongfeng terlihat bergandengan melakukan aktivitas menggali Emas di tepi dan dasar sungai, sepanjang sungai dan Di daratan. dusun Batu Lintang desa nanga Kayan puluhan set bermesin fuso ps. Aktivitas pekerja emas tampa ijin ,

Berapa bulan lalu pihak aparat kepolisian polres Melawi telah Menangkap Beberapa Pekerja ( PETI) Di Desa Semadin Lengkong Kecamatan Nanga pinoh, dan Saat ini para Tersangaka telah menjalai proses hukum di LP Sintang.

Walaupun penertiban atau razia pernah dilaksanaan, namun aktivitas (PETI) tersebut masih tetap marak Di (Das) kabupaten melawi nanga Pinoh,
terpantau Wartawan di lapangan, ratusan set Lanting Jek ( PETI) mulai Dari dusun Batu Lintang Desa Nanga Kayan kecamatan Nanga Pinoh Hingga kecamatan menukung Baik di sungai mau pun Di darat saat ini kian Marak, Di duga kuat  para penambang tidak merasa jera alias terus melakukan kegiatan.

Dalam hal ini Aktivitis LAKI Sugianto Adi Meminta kepada aparat berwenang Khusus nya (Dinas Pertambangan ) provisi kalimatan Barat dan (Polda kalbar ) untuk melakukan tindakan tegas ,apa bila aktifitas ini terus di biarkan berlarut larut akan menibulkan nampak yang membahayaan bagi kelangsungan hidup masyarakat yang bermukim Di pesisir DAS kabupaten Melawi Nanga pinoh, seperti Ancaman Abrasi pantai juga terkonta minasi zat berhabaya mercuri,dan semakin dangkalnya alur sungai melawi ,sehingga akan menghabat aktivitas hilir mudik kapal Motor angkutan barang dan penumpang yang melintasi sungai Melawi.

Lebih lanjut Sugianto juga menjelaskan, betapa pentingnya memberikan kesempatan para petambang emas tanpa ijin itu agar mendapatkan legalitas yang jelas agar kegiatan tambang yg di lakukan tidak lagi menjadi sebuah pelanggaran hukum sehingga tidak terus menerus menjadi sebuah kegiatan pertambang yang melanggar hukum, “Pelanggaran petambang emas itu kan terjadi karena para petambang emas itu tidak bekerja pada areal WPRS, Wilayah pertambangan Resmi” ucapnya.

Dia juga mengatakan, para petambang itu pada dasarnya bukan tidak mau mengikuti peraturan pemerintah yg ada dan berlaku tetapi para petambang emas itu juga tidak tahu dimana WPRS itu lokasinya, yang perlu kita ketahui bersama apa sudah ada upaya untuk memberikan pengetahuan tentang perijinan tambang emas dan menunjukan wilayah pertambangan yang di ijinkan, “ini kan menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan penyuluhan dan solusi agar dapat tertatanya kegiatan pertambangan emas yang legal, kalau tidak di lalukan menurut saya kegiatan PETI itu akan terus ada dan berlanjut” jelasnya saat di temui wartawan di kediamanya./ /Jhoni//.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *