Demo Damai Di Hari Perempuan Internasional

( Aksi demo damai./ ist )
( Aksi demo damai./ ist )

PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM –Demo damai di hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari Rabu (8/3/2017), berjalan tertib dan lancar.

Pukul 09.00 Wib Tugu Digulis Untan Jl. A Yani Pontianak Tenggara Kota madya Pontianak Provinsi Kalimantan Barat dipenuhi peserta aksi. Setidaknya ada 40 orang dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Serikat pemuda Dayak Kalimantan Barat dan Serikat Lingkar Borneo Kalbar yang tergabung dalam Komunitas Perempuan dan Mahasiswa di Pontianak dengan Korlap Caroline Voermans Aline.

Adapun beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut antara lain agar DPR menjadikan UU penghapusan kekerasan seksual sebagai payung hukum yang menjamin pemenuhan hak korabn kekerasan seksual atas kebenaran, keadilan, pemulihan dan jaminan atas ketidakberulangan.

Perkosaan berkelompok (gang grape), penganiayaan seksual disertai dengan pembunuhan perempuan karena karena mereka perempuan (femicide) merupakan peristiwa kekerasan yang menarik perhatian publik di sepanjang tahun 2016. Hal ini semakin menegaskan pentingnya pengesahan rancangan UU penghapusan kekerasan seksual.

Pemerintah wajib melindungi dan memulihkan para korban kekerasan seksual dan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Pemerintah hendaknya mendorong peningkatan partisipasi publik dalam pendampingan korban kekerasan seksual dan korban (KDRT).

Pemerintah hendaknya tidak membuat produk hukum seperti peraturan daerah yang mendiskriminasi perempuan.

Aparat penegak hukum harus menjerat para pelaku kekerasan seksual dengan ancaman hukuman maksimal agar menimbulkan efek jera.

Lembaga Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif harus menghentikan pemiskinan terhadap perempuan-perempuan pekerja migran.

Peserta aksi Menghimbau media massa untuk menerapkan jurnalisme empati dalam pemberitaan terhadap korban kekerasan seksual dan korban kekerasan dalam rumah tangga. Hentikan pemberitaan yang mengedepankan sensasi dan seksime.

Menyerukan perlindungan hukum yang setara bagi seluruh perempuan yang memperjuangkan tanah, adat dan lingkungannya, yang tergerus korporasi baik monokultur, ekspansi skala besar, yang menghilangkan norma dan yang merusak adat istiadat, perilaku keseharian, dan budaya asli masyarakat.

Semua kalangan hendaknya bersama sama menumbuh kembangkan kesadaran literasi media, masyarakat yang cerdas dalam mengkonsumsi, menganalisa dan menyikapi berita media massa serta media sosial, akan mampu mewujudkan kemajuan bangsa indonesia.

Didalam aksinya mereka berorasienggunakan Mikrofon dan membentangkan Spanduk yang bertuliskan : Stop kawin muda. Lindungi hak perempuan masyarakat adat Kalbar. Stop kekerasan terhadap perempuan. Kalbar bebas kekerasan terhadap perempuan.

Stop berita bias gender, Pukul 11.00 Wib Aksi Unras selesai dengan tertib, aman dan kondusif. (tr/4n PKP)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *