Deklarasi Pemilu Damai 2019

Pimpin Deklarasi Pemilu Damai 2019, Kapolres Melawi : Mari Kita Mengikat Komitmen, Silahkan Berkompetisi Berjuang, Tapi Harus Kita Tegaskan Kita Satu bangsa.

Melawi – poskotapontianak.com. Kepolisian polres Melawi menggelar Deklarasi Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Berintegritas di Kabupaten Melawi.

Bertempat di Meeting Room Hotel Cantika / Nite&Day Jl. Provinsi Nanga Pinoh-Sintang Desa Sidomulyo Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi , Senin (11/3/2019) pagi. Deklarasi ini turut dihadiri oleh Bupati Melawi Panji, S. Sos, Pimpinan Parpol, Pejabat Utama Polres Melawi, Para Tokoh Masyarakat, Para Tokoh Agama, Unsur TNI, Danramil, Kapolsek serta Camat dan Anggota Polres Melawi.

Membuka kegiatan Deklarasi Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin, S.I.K., M. Si menjelaskan alasan digelarnya deklarasi ini. Dikatakannya, eskalasi politik jelang masa pemungutan suara juga berkaitan erat dengan potensi gangguan kamtibmas.

“Data Mabes Polri, ada beberapa provinsi yang berpotensi gangguan Kamtibmasnya tinggi. Kalbar masuk rangking 17 dari 33 Provinsi. Dari kerawanan itu, yang paling jadi atensi adalah caleg di tingkat DPRD kabupaten,” Ujarnya.

Lanjut Kapolres, pada Pemilu 2019 ini ada ciri khas yang sudah muncul sejak pemilu lima tahun yang lalu. Mulai dari tingginya tensi politik dengan kampanye positif, kampanye negatif dan kampanye hitam.

“Yang perlu diantisipasi adalah kampanye hitam. Karena persentasenya naik. Modelnya hoax, fitnah, adu domba melalui pemberitaan yang tidak benar. Ada percobaan membenturkan antar kelompok, organisasi dan institusi,” Katanya.

Diungkapkan oleh Kapolres, ada juga satu pihak yang tidak peduli siapa yang menang, tapi ikut meramaikan. Mulai dari mempertanyakan legitimasi KPU. Hingga mengkristalkan perbedaan satu kelompok, dan kemudian membenturkannya dengan kelompok lain, Jelasnya.

“Tensi sekarang sangat tinggi, makanya saya membuat deklarasi. Kami mohon bapak-bapak dan ibu-ibu, mari kita bersama ciptakan pemilu yang damai. Dan kita buktikan bahwa resiko gangguan keamanan tadi tidaklah benar,” Harapnya.

Kapolres Melawi Ahmad Fadlin juga memaparkan perbedaan tantangan dari Pilgub dengan Pemilu Serentak tahun ini. Mulai dari jumlah TPS yang bertambah menjadi 707 TPS. Plus kotak suara yang mesti dikawal dan diawasi ada lima.

“Tensinya juga meningkat, Karena ada perebutan suara oleh Parpol, Caleg hingga pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden. Karena itu, mari kita mengikat komitmen, silahkan berkompetisi berjuang, tapi harus kita tegaskan kita satu bangsa. Setelah 17 April kita tetap bangsa Indonesia,” Pesannya.

Sementara itu, Bupati Melawi Panji, S. Sos menyampaikan dalam Deklarasi Pemilu 2019, sukses perencanaan, sukses pelaksanaan dan sukses hasil demokrasi dan sukses kepemimpinan Nasional. Itu jadi cita-cita kita.

“Saya kembali mengingatkan, agar kita selalu berusaha memetakan potensi konflik, dan persoalan yang memungkinkan memunculkan sesuatu. Kita berusaha mendiskusikan, mengantisipasi agar benar-benar tak jadi masalah,” Tuturnya.

“Kedaulatan tertinggi ada ditangan rakyat, Maka pemilu adalah tanggung jawab nasional dan konstitusional. Ini tanggung jawab kebangsaan, Kita diberikan keputusan untuk memutuskan nasib bangsa pada 17 April 2019 nanti. UU pemilu dilaksanakan secara langsung, Potensi bersenggolan disana sini,” Bebernya.

“Sukses demokrasi dan kepemimpinan, maka para caleg parpol, tidak perlu menjelekkan yang lain. Bagi yang ingin naik, jangan menjatuhkan yang lainnya. Mari kita beretika berintegritas, Itulah kepiawaian teman-teman agar bisa berkompetisi dengan baik dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” Ajaknya.

Usai sambutan dari KPU, Bawaslu, Kapolres Melawi dan Bupati Melawi, deklarasi pemilu damai pun diucapkan serempak oleh seluruh tamu undangan yang hadir dan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi pemilu tahun 2019./Jon-PKP.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *