Dansatgas Yonif R 301/PKS : Unik Tradisi Halal Bi Halal di Perbatasan

Kapuas Hulu, Minggu (16/6/19) – Ketika hari raya Idul Fitri tiba, salah satu tradisi masyarakat Indonesia yang selalu dilakukan adalah melaksanakan halal bihalal dengan cara berkumpul bersama untuk bersilatuhrahmi dengan sanak saudara atau kolega. Tradisi ini merupakan ajang untuk saling bermaaf-maafan serta berbagi cerita kepada kerabat setelah beberapa lama kiranya tidak berjumpa. Istilah halal bihalal ternyata hanya ada di Indonesia, yang berasal dari kalimat ‘thalabu halal bi thariqin halal’ yang artinya mencari penyelesaian masalah atau mencari keharmonisan hubungan dengan cara mengampuni kesalahan.

Pada perayaan Idul Fitri tahun ini, Satgas Yonif Raider 301/Prabu Kiansantang tidak ketinggalan melaksanakan halal bihalal. Setelah sebulan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, tibalah waktunya untuk menyambut hari kemenangan dengan saling memaafkan antar sesama umat beragama, karena dengan demikian dapat mempererat hubungan tali persaudaraan, baik sesama kita prajurit yang menjaga tapal batas, maupun dengan masyarakat yang berada di daerah penugasan.

Bertepatan dengan peninjauan ke pos-pos perbatasan, Dansatgas Yonif Raider 301/Pks, Letkol Inf Andi Hasbullah dan prajuritnya bersama dengan Tokoh masyarakat melaksanakan Sholat Ied bersama di Desa Senaning, Kecamatan Ketunggau Hulu, Kabupaten Sintang yang dilanjutkan dengan halal bihalal bersama warga.

Ada yang unik dengan perayaan lebaran di Desa Senaning beberapa waktu lalu, dimana setelah Sholat Ied, Tokoh Masyarakat mengajak Dansatgas Yonif Raider 301/Pks untuk berkeliling mengunjungi rumah warga yang beragama muslim untuk melaksanakan silaturahmi dan doa bersama.

Tradisi halal bihalal di Desa Senaning bisa dikatakan unik, dikarenakan kegiatan halal bihalal tidak dilaksanakan dalam satu tempat namun berkeliling dari rumah ke rumah.

“Kegiatan ini sudah dilakukan secara turun temurun, setiap perayaan lebaran khususnya bagi muslim pendatang di Desa Senaning” kata Pak Muhammad Nasir 63 Th, salah satu tokoh masyarakat.

Ketika kita mendatangi rumah warga dan sudah memasuki rumah, seorang Imam akan memimpin takbiran untuk diikuti oleh yang lainnya. Setelah selesai takbiran selanjutnya para tamu dapat menyantap hidangan yang telah disiapkan sambil saling berbagi cerita dengan pemilik rumah. Hal itu terus dilakukan dari rumah ke rumah sampai dengan waktu sholat dzuhur tiba.

Saat pelaksanaan halal bihalal, terlihat suasana keakraban yang kental antara Prajurit dan warga masyarakat. Hubungan persaudaraan yang terjalin tampak penuh keakraban dan kekeluargaannya.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 301, Letkol Inf Andi Hasbullah mengatakan “Tradisi ini agak unik karena kegiatan halal bihalal biasanya diadakan di satu tempat berkumpul. Berkeliling ke rumah warga bersama Tokoh Masyarakat belum pernah saya temukan di daerah lain. Hal ini sebagai bukti soliditas dan kerukunan sesama muslim di Desa Senaning,” ujarnya.

Harapan Dansatgas Yonif Raider 301 bahwa kegiatan halal bihalal ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat jalinan komunikasi Satgas Yonif Raider 301 dengan masyarakat yang berada di perbatasan.

“Semoga tradisi ini dapat dipertahankan terus menerus agar tak punah termakan waktu. Bukan hanya khusus kepada warga muslim pendatang tapi kepada seluruh warga muslim yang ada di Desa Senaning,” ujar Dansatgas.

Salah satu warga Desa Senaning mengatakan “warga desa sangat senang dan berterimakasih atas kunjungan yang dilakukan oleh Satgas Raider 301 telah mau mengunjungi dari rumah kerumah warga desa di hari lebaran ini,” kata Pak Yunus (32). (Pendam XII/Tpr)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *