Dampak Covid 19, bagi Pedagang Buah Pasar Sei Duri

POSTKOTAPONTIANAK.COM

BENGKAYANG-SUNGAI DURI – Pedagang buah pasar sei duri keluhkan sepinya pembeli. Sepinya pembeli ini dikarenakan pembatasan sosial distancing oleh pemerintah.

Salah seorang pedagang, Sri Rezeki, mengatakan orang berbelanja jauh menurun dibandingkan tahun lalu. Ia memperkirakan penurunan mencapai 75 persen. “Penurunan pembeli jauh dari tahun kemaren, sepi,” ujarnya.

Pedagang buah pasar sei duri memulai berjualan pukul 09.00 WIB hingga pukul 08.00 wib. Dibandingkan tahun lalu, berbagai jenis buah yang biasa dijualnya, bisa meraup keuntungan dari pagi hingga pukul 05.00 wib sebelum waktu berbuka.

Namun tahun ini menurut Sri Rezeki pembeli buah jarang, sehingga buah yang dijualnya bertahan hingga 1 minggu karena tidak laku. Hal ini di sebabkan karena wabah pandemic virus corona (covid 19) sehingga pemerintah memberlakukan pembatasan orang keluar rumah, ia memperkirakan kondisi ekonomi juga menjadi faktor kurangnya orang berbelanja.

“Sebelum adanya wabah corona, pukul 06.00 pagi sudah buka, jelang maghrib 30 persen penjualan buah udah terbeli, tapi sekarang susah mau habis,” katanya.

“Sekarang saja buah sudah bertahan 2 minggu, makanya kelihatan banyak karena kurang pembeli ditengah wabah corona,” ungkapnya.(De’res)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *