Dalam Suasana Pendemi Covid-19 , Perang Meriam dan Petasan Sudah Tradisi Berberapa Kampung Desa Terpisah oleh Aliran Sungai Pinoh

Kalbar Melawi -PoskotaPontianak.com,Nanga Pinoh Sudah jadi tradisi acara tahunan, setiap hari pertama Idul Fitri, siang menjelang sore, masyarakat yang berada khususnya di Kota Nanga Pinoh, Melawi, berbondong-bondong ke tepian sungai dan Jembatan Melawi antar desa sedemolyo. Pantau Awak media pengunjung dari mana keluar semua nya mau saksi kn tradisi perang Mariam dan marcon . para lagi masyarakat tidak sadar seolah..olah tak di irau kan hebuan anjuran perintah perlihat masih banyak masyarakat yng tidak mengunakan masker , walau di tengah pendemi wabah virus Corona atau covit 19 ,,. Perang Mariam dan marcon di Nanga Pinoh setiap tahun tradisi antara desa Tanjung niaga smdmlyo Di tempat itu mereka melakukan perang meriam karbit dan perang mercon antar beberapa kampung (desa) yang dipisah oleh aliran sungai Melawi tersebut. Namun, jangan dibayangkan ini perang sungguhan. Hanya seru-seruan dan memeriahkan idul Fitri 1 Syawal .1441 H. 24 .5 .2020

Bagi yang tidak tahan dengan suara nyaring dan kagetan, ada baiknya berhati-hati atau tidak mendekat ke lokasi. Karena suara letupan dari meriam karbit ini lumayan menggetarkan. Belum lagi mercon bisa-bisa mengarah kepada dan bisa melukai tubuh orang melintas menguna jalan ,

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ribuan warga akan hadir menyaksikan perang meriam karbit dan mercon tersebut hingga jembatan tak bisa dilalui alias macet. Aksi perang meriam dan mercon ini sebenarnya sangat membahayakan pengunjung maupun pengendara yang sedang melintas.

. Jon


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *