Cegah Merebaknya Demam Berdarah di Kabupaten Landak

( Foto : Ist ).

(NGABANG), POSTKOTAPONTIANAK.COM -Berbagai upaya dilakukan oleh Bupati Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa untuk mencegah meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Landak. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi dan pemeriksaan jentik-jentik secara langsung di sekolah maupun di lingkungan padat penduduk.

“Terkait dengan kejadian luar biasa yang terjadi di Landak yakni penyakit demam berdarah, kita bergerak cepat untuk mengurangi angka kesakitan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ungkap Karolin usai melaksanakan pemeriksaan di pasar Pahauman, Senin (20/11) siang.

Karolin menuturkan, peningkatan kasus DBD pada tahun 2017 meningkat tajam jika dibandingkan tahun sebelumnya yakni mencapai angka 178 orang dengan jumlah penderita yang meninggal dunia empat orang. Oleh karena itu, Pemkab Landak melalui Dinas Kesehatan telah mensosialisasikan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

“Kita juga telah mengupayakan melalui sosialisasi adanya juru pemantau jentik-jentik pada setiap keluarga. Dengan demikian kita akan mudah memberantas sarang nyamuk tersebut,” tutur Karolin.

Dokter lulusan Unika Atmajaya Jakarta itu juga menghimbau pihak sekolah untuk mensosialisasikan 3 M yakni, Menguras, Menutup dan Mengubur barang bekas. Kepada murid serta orangtuanya. Selain itu, para guru juga diminta untuk kembali menggalakan kegiatan gotongroyong dengan membersihkan lingkungan disekitar sekolah.

“Kami juga menghimbau kepada pihak sekolah untuk membantu Pemerintah mensosialisasikan 3M kepada para murid dan orangtua murid. Selain itu, pihak sekolah sendiri wajib mengadakan kegiatan bersih-bersih dilingkungan sekolah. Toilet sekolah harus diperhatikan kebersihannya. Jika ditemukan genangan air, segera mencari cara untuk mengatasinya,” imbuhnya.

Karolin berharap, dengan munculnya kesadaran dari berbagai pihak untuk memberantas sarang nyamuk, kasus DBD akan dapat diminimalisir.

“Kita berharap dengan kesadaran semua pihak maka, kasus DBD bisa kita atasi kedepan,” pungkas Karolin.(rilis/dan)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *