Bupati Pimpin Rapat Evakuasi Penanganan Covid-19 Tahun 2020 Serta Rencana Penanganan Tahun 2021

SINTANG,KALBAR postkotapontianak.com

Sintang 13/01/2021. Pemerintahan Kabupaten Sintang menyelenggarakan Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Tahun 2020 dan Rencana Penanganan Covid-19 di Tahun 2021 kabupaten Sintang.rapat dihadiri oleh Bupati Sintang dr.Jarot Winarno. Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang. Kapolres Sintang, Komandan KODIM 1205 sintang. kepala Dinas dan OPD kabupaten Sintang.

Dalam rapat evaluasi penanganan Covid 19 tahun 2020 pada hari ini, Tim gugus tugas penanganan covid-19 kabupaten Sintang membahas tentang evaluasi kinerja pada tahun 2020 dan melakukan perencanaan penanganan Covid-19 di tahun 2021.

Selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sintang dr.H.Jarot Winarno menyampaikan Bahwa Covid-19 masih belum selesai dan perlu ada banyak pembenahan dan peningkatan penanganan, karena terjadinya peningkatan kasus seiring waktu.

“Corona Masih seperti yang dulu, Indonesia fix nya, kita tidak tau kapan Corona berakhir. sampai kemarin total kasus Corona yang tercatat 800.000 lebih karena The tip of the iceberg (puncak gunung es) kelihatannya 800.000, tapi bawahnya jutaan kasus Corona”. Tegas Bupati.

Bupati Juga menyampaikan Angka meninggal akibat Covid-19 hampir mencapai 25.000 dan itupun yang tercatat. “Angka Kematian Sudah mencapai Dua puluh Empat Ribu Lebih, Hampir Mencapai Angka Dua puluh Lima Ribu, tetapi itupun yang tercatat. Pencatatan pada tempat tempat pemakaman yang ditujukan untuk protokol corona itu menunjukkan bahwa jumlah kasus yang dimakamkan dengan protokol Cooit itu lebih dari datanya.” Jelas Bupati.

Meningkatkan nya Khasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 Menurut Bupati Sintang Juga Tak Lepas dengan semakin Baiknya hasil Tes yang Di hasilkan, Sehingga efesiensi hasil, waktu dan kecepatan hasil semakin tepat dengan peralatan yang digunakan. “beberapa hari ini, karena Tes kita sudah semakin baik, maka Kita Tembus setiap Harinya di atas 10.000 kasus.” Ungkap Bupati.

Pada kesempatan Tersebut Juga Bupati menegaskan Berkali-kali Bahwa Corona Masih Merupakan Hal yang perlu menjadi perhatian Bersama, mengingat bahwa Indonesia baru saja melewati hari dimana tercatat angka kematian terbesar dengan angka 302 kematian.

Bupati Juga mengingatkan kembali bahwa kota Sintang sendiri masih termasuk Zona Orange atau dengan kasus (Sedang) dengan kasus sebanyak 681 terkonfirmasi dan 6 kematian,” Puncak terbanyak dari Kasus Corona di kabupaten Sintang adalah Minggu ke Tiga bulan Oktober sejumlah 69 kasus. 69 kasus ini didominasi oleh cluster seminari cluster asrama. Akhirnya kita turun pada bulan Oktober hingga November 40 kasus per minggu tiba-tiba selesai Natal tahun baru melonjak menjadi 63 kasus dengan 1 kematian.” Ungkap Bupati.

Terjadinya Lonjakan Kasus Covid-19 di kabupaten Sintang di akhir tahun 2020 dan awal Tahun 2021 di jelaskan Bupati Rata-rata yang terkonfirmasi sudah melakukan perjalanan keluar. “Tadi saya Cek Ke Pak Sinto (Kadis kesehatan Sintang) yang 63 kasus. 61 kasus itu semuanya melakukan perjalanan, Liburan ke Singkawang, Pontianak, ada yang ke jakarta juga, dan mungkin ke Bali, sementara Kasus Lokal itu hanya Dua, terkonfirmasi positif yang nggak kemana-mana itu hanya dua. Ini menunjukan Pola kerja Tim penertibpan ini Bekerja Luar biasa.” Jelas Bupati Sintang.

Bupati sintang Juga menyoroti beberapa kasus Covid-19 yang terus meningkat Di beberapa Daerah sehingga ada beberapa daerah yang bahkan over capacity tempat penampungan pasien corona, sehingga Bupati Sintang berpesan kepada Dinas Terkaid Dan Dirut Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang Untuk Menyiapkan Segala kepentingan dan situasi guna mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di kabupaten Sintang yang mungkin saja terjadi kapanpun.

Bupati Sintang juga menekankan dalam penanganan kasus covid-19 di kabupaten Sintang harus terus mengacu pada ada 3 T Plus V yang artinya adalah Tes, Telusur/Trasing Tripman Dan Vaksinasi. Yang Merupakan Tugas Dari Dinas Kesehatan Bekerjasama dengan RSUD Ade M Djoen Sintang Serta Jajarannya.

Bupati Juga menambahkan Setelah Melakukan 3T Plus V selanjutnya yaitu Melakukan 3 M. “”nggak ada gunanya ya kan kalau kita melakukan tes tracing kita treatment ibaratnya yang penjahatnya tuh kita temukan kita tangkap kita masukkan penjara supaya orang lain tidak tertular, tetapi tidak ada gunanya kalau masyarakat belum berdisiplin menggunakan 3M , Yaitu Pakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan. Mengatasi Corona harus kolaborasi secara keseluruhan kita bersama-sama, kalao nggak, nggak bakalan bisa” Tegas Bupati Jarot.

Sementara itu kembali Bupati Sintang menambahkan Setelah Melakukan 3 Mplus V dan 3M adalagi yang perlu di lakukan yaitu Dua Hal Guna menuntaskan penularan covid-19 ialah melakukan pertama Surveilans atau penyelidikan epidemiologi, dan yang kedua adalah menjaga important Case guna mengantisipasi lagi kasus perjalanan keluar yang terjadi lagi.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr.Hari sinto linoh berkesempatan menjelaskan beberapa Data kasus Covid-19 di kabupaten Sintang dalam Beberapa kurun waktu terakhir. “untuk spesimen yang sudah kita periksa sampai dengan tanggal 12 Januari adalah sebanyak 8229 spesimen negatifnya 7292 kasus konfirmasi sebanyak 681. 93 dalam perawatan. kasus meninggal 6. sembuh 582 jadi yang sembuh ini sudah 85% kemudian yang masih dalam perawatan adalah sebanyak 14%. Jelas dr.Sinto.

Dr.Sinto Juga menerangkan Seyogyanya Kabupaten Sintang Minggu ini sudah menerima Vaksin Dari Pusat, Namun Di Batalkan. “sedianya minggu ini, hari Rabu ini kita mendapatkan kiriman vaksin dari Pusat, tetapi dibatalkan jadi dipusatkan untuk vaksinasi itu adalah di Kota Pontianak, mempawah, dan kubu Raya. Kita sedianya mendapatkan 1700 sekian vaksin untuk tenaga kesehatan sebagai klaster pertama sebanyak 2500 sekian jadi info terakhir kita akan menunggu sampai bulan Februari.”jelas dr.Sinto. (LMB)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.