Bupati Lepas Kontingen Fastival Menuai se Dunia di Malaysia

Pelepasan Kontingen Kab. Sambas Kalbar./luv/hms
Pelepasan Kontingen Kab. Sambas Kalbar./luv/hms

POSKOTAPONTIANAK.COM ! SAMBAS-Indonesia memastikan mengirim perwakilannya pada ajang festival menuai sedunia tahun 2015 di Kampung Budaya Sarawak Malaysia.

Pada momentum itu, Indonesia diwakili dari Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, tepatnya dari Sanggar Seni atau Rumah Budaya Mayang Sari kecamatan Jawai.

Bupati Sambas, dr Hj Juliarti Dj Alwi MPH melalui Asisten III Setda Kabupaten Sambas, Ir H Hasanusi MM, secara resmi melepas kontingen di Halaman Kantor Camat Jawai, Senin (27/4).

Hasanusi berpesan, agar para kontingen menjaga nama baik Indonesia dan Kabupaten Sambas khususnya. “Anda adalah duta, perwakilan Indonesia, perkenalkan pada dunia tentang Sambas yang sebenarnya,” ujar dia.

Asisten III meminta, para peserta menjadikan festival itu sebagai ajang promosi seni budaya serta potensi yang ada di Bumi Terpikat Terigas.

Dia menginginkan, agar para duta Indonesia itu benar-benar menjaga semua nama baik.

“ Kabupaten Sambas memiliki potensi yang luar biasa disegala bidang, potensi tersebut ditunjang oleh kondisi alamnya yang sangat kaya, sehinga melahirkan adat seni budaya dan tradisi yang selanjutnya dirajut dan menghasilkan beradam kerarifan lokal atau tradisi oleh masyarakatnya sebagai wujud menyatunya manusia dengan alam,” tutur dia.

Kearifan tradisi terhadap lingkungan dalam bentuk kebijaksanaan terutama dalam tradisi lisan, pantun-pantun, petatah petitih, gurindam dan beragam kesenian serta tradisi yang ada, kata dia.

Pada hakikatnya menjadi hukum bersama atau konvensi yang mengatur kehidupan bersama.

Menurut Mantan Kadis Perhubungan dan Kominfo itu, saat ini tidak cukup hanya dengan menjaga sebuah ekosistem, namun juga harus membenahi pola pikir dan berpikir lebih maju sesuai percepatan ilmu pengetahun dan teknologi untuk mendorong percepatan hidup.

“ Kebudayaan terlahir dari ekosistem yang terpelihara, dampaknya melahirkan kebudayaan yang sangat kuat, selanjutnya kebudayaan yang kuat akan berdampak pada ekosistem yang terpelihara,” jelasnya.

Diterangkan Hasanusi, kesadaran akan perlunya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam menyatukan berbagai persepsi, pandangan, pendapat, refleksi kemajuan dan pengalaman disegala bidang sangatlah diperlukan. Hal itu lanjut dia diperlukan mengingat ditengah perkembangan yang terjadi disekeliling kita, baik gerak dan hentak perkembangan didunia pada umumnya dan di Indonesia khususnya terasa sangat cepat.

“ Pemerintah daerah kabupaten Sambas telah berupaya sekuat tenaga dalam mengatasi berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya,

Namun semua itu akan sia-sia apabila kita semua tidak yakin akan sama-sama berusaha menggapainya, ini berarti perlu dukungan seluruh komponen,” tegasnya.

Asisten III berharap keikutsertaan kab sambas pada ajang festival itu, tidak hanya sekedar menjadi buah tangan saja, tetapi bisa menjadi cendera hati, cendera rasa dan emosi bagi masyarakat Sambas untuk menemukan diri kembali dalam kemuliaannya.

Dia menyebutkan, pentingnya mengarahkan potensi dan mengoptimalkan peran serta generasi muda untuk mampu menjadi pelopor pembangunan dalam upaya mewujudkan masyarakat berbangsa dan bernegara./Humas/Luk


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *