Buktikan Keseriusan, YPKOT Tancap Plang Lahan Bersengketa

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH – – Perseteruan lahan Komplek Makam Tionghua berujung penyelesaian di Pengadilan Negeri Mempawah masih berlangsung, hal ini didasarkan oleh Objek Sengketa yang domisili di wilayah Peradilan Negeri Mempawah. Senin (20/07/2020).

Keseriusan dari Pengurus YPKOT dibuktikan dengan pemasangan plang lahan berperkara yang dilakukan oleh Subandio tak lain juga salah satu pengurus di YPKOT, hal ini dikatakanya dengan pemasangan plang ini, maka tidak boleh ada aktivitas apapun di atas lahan yang dipersengketakan sebelum terbit keputusan dari Pengadilan Negeri Mempawah.

“Kami pasang plang ini sebagai keseriuasan kami, agar semua orang mengetahui lahan pemakaman ini masih dalam sengketa, dengan demikian sebelum ada putusan, semua harus mematuhi dengan tidak diperbolehkan aktivitas di atas objek perkara tersebut, termasuk juga aktivitas yang dilakukan oleh pihak PT. Pelindo II, ATR/BPN Kabupaten Mempawah dan Pihak YBB,” tegas Subandio yang merupakan Legislator Partai PKB DPRD Kabupaten Mempawah.

Saat proses pemasangan plang, menurut Subandio, tidak ada satu pihak pun yang menghalangi. Ia menyakini, ini merupakan salah psatu bentuk kepercayaan semua pihak untuk menyelesaikan sengketa ini agar tak berlarut-larut melalui jalan hukum.

“Kami dari pihak YPKOT juga mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, begitu pula yang lainnya untuk mengikuti hal yang sama, bersama-sama kita hormati proses hukum, dengan kata lain akan menunggu putusan dari hakim, semoga hakim memberikan putusan seadil-adilnya, yaitu memberikan kemenangan kepada pihak YPKOT yang sudah selayaknya berhak dalam urusan ini dengan pembuktian-pembuktian yang sudah dilengkapi, jauh sebelumnya ada permasalahan ini,” jelas Subandio saat didampingi oleh Maman Suratman dan Anguan.

Saat tempat bersamaan, Maman Suratman selaku pemegang surat kuasa khusus yang diberikan oleh pengurus YPKOT sampaikan dengan sudah didaftarkan kasus perkara perdata ini dan sudah diterbitkan Surat Perkara Perdata Nomor 35/Pdt.G/2020/PN Mempawah, maka sudah menjadi kewajiaban untuk memasang Plang tersebut, hal ini disampaikan agar khalayak ramai mengetahui lahan komplek pemakaman ini dalam sengketa perkara perdata dan tidak diperkenankan siapapun juga untuk melakukan aktivitas diatas objek yang diperkarakan, dan jika itu dilanggar, maka yang melakukan bisa dikenakan sanksi, sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemasangan plang ini adalah bukti keseriusan pihak YPKOT, bahwa bukan cuma gertak sambal semata, tapi kami wujudkan. Kami berharap, gugatan perkara perdata ini, akan lahir keputusan hukum yang seadil-adilnya dan sejelas-jelasnya, dan dijatuhkan pilihan kepada pihak YPKOT memenangkan kasus ini,” ucap Maman Suratman.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *