Buka Seminar, Bupati Sintang Targetkan Sintang Layak Anak Tahun 2020.

www.postkotapontianak.com., Bupati Sintang dr H. Jarot Winarno membuka seminar kabupaten layak anak yang diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Anak Sintang (Kopas) dan Wahana Visi Kabupaten Sintang di Balai Ruai pada Jumat 26 Juli 2019.
Dihadapan para peserta seminar, Bupati Sintang menyampaikan rasa optimisme bahwa Kabupaten Sintang akan mampu meraih predikat sebagai Kabupaten Layak Anak pada Tahun 2020 nanti karena banyaknya program yang berbasis perlindungan dan pemenuhan akan hak anak di Kabupaten Sintang. “selain itu, saya melihat dan merasakan banyaknya organisasi masyarakat sipil yang ikut bersama-sama Pemkab Sintang terus mendorong Kabupaten Sintang menjadi Kabupaten Layak Anak” terang Bupati Sintang.
“kalau di level nasional ada istilah Idola 2030 yang artinya Indonesia Layak Anak yang ditargetkan 2030 nanti. Kita sintang 2020 kita targetkan sudah bisa. Kabupaten Sintang pernah mendapat predikat Kabupaten Layak Anak Tingkat Pratama. Kemudian menurun lagi. Bagi kami, anak sudah menjadi pusat pertumbuhan. Pencegahan stunting sudah menjadi perhatian kami. Dalam mengatasi stunting di Sintang, kami juga dibantu oleh beberapa organisasi yang sudah membangun berbagai fasilitas pendukung” terang Bupati Sintang.
“Saya juga akan mendorong pembentukan forum anak desa. Jadi forum anak ini akan ada di seluruh desa. Sehingga upaya pemenuhan hak anak akan sampai di tingkat desa. Saya juga melihat ada banyak kelompok masyarakat sipil yang fokus kegiatan mereka pada persoalan anak. Artinya ada banyak pihak yang mendorong Kabupaten Sintang sebagai kabupaten layak anak. Sehingga yang diperlukan adalah sinergisitas antar stakeholder. Sekarang kita lagi menagih komitmen dunia usaha dan perbankan untuk ikut membantu pembangunan fasilitas dalam kota untuk anak-anak. Seperti Bank Kalbar sudah membangun ruang terpadu ramah anak di Taman Bungur. Kita tunggu peran serta dunia usaha yang lain dalam bentuk coorporate social responsibility yang terarah dan terdata” terang Bupati Sintang.
“Pemkab Sintang meletakkan kebutuhan anak sebagai hal yang mendasar. Saya tahu banyak CSR perusahaan hanya banyak yang belum kita catat dan di didokumentasikan. Kedepan saya ingin ada asosiasi perusahaan sahabat anak di Kabupaten Sintang. Yang dibuktikan dengan pembangunan lokasi tempat ibu menyusui dan lokasi bermain untuk anak anak di perusahaan tersebut dan sebagainya. Saya mengajak semua elemen yang mendorong Sintang Layak Anak untuk lebih aktif dengan aksinya, sering kumpul dan kita data dengan baik apa saja yang sudah kita lakukan selama ini” ajak Bupati Sintang.
Hadran M Nur Ketua Panitia Seminar menjelaskan bahwa seminar mengambil tema membangun sinergisitas antar stakeholder menuju Kabupaten Sintang Layak Anak diikuti 60 orang dari dunia usaha, OPD dan kelompok masyarakat yang peduli dengan persoalan anak. “guna menghimpun masukan, saran dan pendapat menuju tercapainya Kabupaten Sintang Layak Anak, maka kami menghadirikan empat orang narasumber yakni Kurniawan Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sintang, Anselmus dari Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Tumbun Manalu dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah Provinsi Kalimantan Barat dan Ustad Edi Toni dari Kopas” terang Hadran M Nur.
Edi Toni Ketua Kopas menyampaikan seminar hari ini untuk upaya mendorong Kabupaten Sintang menjadi kabupaten layak anak. “memperhatikan hak anak sudah menjadi perhatian dunia global saat ini. Artinya Kabupaten Sintang juga harus ambil bagian dalam upaya global ini. Hak anak yang harus dipenuhi adalah anak dibawah usia 18 tahun termasuk anak yang ada dalam kandungan. Dan menurut saya, tugas mendorong kabupaten layak anak sangat berat seperi harus ada Perda kabupaten layak anak, banyaknya indikator menuju KLA, peran serta pemda yang sangat dominan, dukungan nyata masyarakat dan dunia usaha. Kalau ada perusahaan yang melalaikan hak anak kemudian terekspose, tentu akan mengganjal kabupaten layak anak. Kebijakan Pemda juga harus sistematis. Kita juga harus membangun dan memperkuat pemberdayaan kelompok masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Sintang Layak Anak. Jadi sinergisitas sangat penting dan menjadi kuncinya. Kita tidak bisa berjalan dan bekerja sendiri sendiri” ajak Ustad Edi Toni.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *