Budidaya Kopi Arabica Perlu Bantuan

POSTKOTA PONTIANAK.COM

NGABANG Budidaya kopi arabica akan di kembangkan oleh salah satu petani akan segera di laksanakan. Kini komoditi ini sudah di lakukan penyemaian oleh Agus, di damping petugas penyuluh dari BP4K Kabupaten Landak.

Penyuluh dari BP4K Landak sedang melakukan Semaian bibit kopi.( foto Istimewa)
Penyuluh dari BP4K Landak sedang melakukan Semaian bibit kopi.( foto Istimewa)

Menurut Agus , salah satu petani yang berniat akan mengembangkan komoditi kopi jenis Arabica ini mengatakan bahwa rencana tersebut sudah sejak lama, hanya kesulitan mendapatkan bibit (biji ) kopi jenis Arabica karena jarang di kembangkan di daerah ini.

“ Rencananya sudah cukup lama, bahkan sejak beberapa tahun lalu, tetapi ya kendala kita kesulitan mendapatkan biji kopinya yang akan kita jadikan bibit, karena jarang di kembangkan di Landak,kalaupun ada itu mungkin hanya satu atau dua batang saja itupun susah kita dapatkan,” tuturnya.

Oleh sebab itu dia mengatakan berterima kasih kepada,K. Sinaga dan petugas penyuluh dari BP4K lainnya yang sudah membantu memfasilitasi terutama mendatangkan bibit kopi jenis Arabica ini.

 Di katakannya, adapun jumlah biji yang saat ini sedang di semai kurang lebih 1.200 biji, kalaupun nanti semuanya tumbuh dengan baik maka bibit tersebut hanya menempati lahan seluas kurang lebih 1 Ha.

Dia mengatakan, dalam mengembangkan potensi kopi khususnya Arabica ini,pihaknya mengharapkan pendampingan dan binaan dari tenaga penyuluh karena masih banyak hal-hal dan tehnik yang harus di ketahui apalagi tanaman jenis komoditi kopi ini merupakan komoditi yang memiliki tehnik – tehnik khusus sehingga tidak cukup kalau hanya mengandalkan kemampuan sendiri.

“ Saya rasa kalau kita pikir perawatannya sama saja dengan tanaman yang lain, tetapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal,itukan harus ikuti cara perawatan yang mungkin belum kita ketahui,” akunya.

Tidak hanya itu, dia juga mengharapkan dukungan dari Pemda Landak khususnya instansi terkait berupa bantuan dana mengingat kemampuan petani yang sangat terbatas dan hanya bermodalkan nekad dan keinginan tinggi untuk menekuni pengembangan kebun kopi ini.

“Terus terang saja, kami sebagai masyarakat inikan hanya bermodal keinginan dan nekad untuk mengelola pengembangan perkebunan kopi, sementara tidak memiliki modal,sedangkan mengenai petunjuk atau cara menanam kami sudah di dampingi oleh Pak Sinaga dan Pak Beni dari BP4K, makanya kami juga memohon bantuan dana dari Pemda Landak,”harapnya.(ya’dan)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *