Biaya daftar ulang sekolah

Dinas Pendidikan Kubu Raya Lalai Terapkan Permendikbud Nomor 60

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! KUBU RAYA-Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, tidak menerapkan dengan tegas Permendikbud Nomor 60 Tahun 2011 tentang larangan pungutan biaya Pendidikan pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), surat edaranbeberapa SMP Negeri di Kabupaten Kubu Raya masih melakukan pungutan biaya daftar ulang, sebesar ratusan ribu rupiah. Bahkan di SMPN 2 Sungai Raya, pungutan mencapai 350 ribu rupiah.

Terkait hal tersebut, ditemui SKR di ruang kerjanya Jum’at (31/07) Anggota DPRD Kubu Raya H. Yuslanik, S.Pd.I menegaskan biaya daftar ulang harus dikembalikan ke orang tua siswa tanpa alasan apapun.

Sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi IV, H. Yuslanik dan Rachmad S merasa prihatin dengan terjadinya praktek pungli tersebut, padahal SD dan SMP telah dilarang oleh pemerintah untuk dipungut biaya apapun.

“Ini termasuk pelanggaran, janji Bupati Kubu Raya bahwa biaya sekolah SD,SMP, dan SMA tidak dipungut biaya alias gratis,” ungkap Rachmad S.

Sedangkan, saat dikonfirmasi SKR, Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya Drs. Muhamad Yunus, M.Pd tidak banyak berkomentar, “semua telah diserahkan kepada Komite sekolah masing-masing,” singkatnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Alexius Akim, tidak membenarkan pungutan biaya daftar ulang tersebut, “biaya pendidikan tingkat dasar sudah menjadi tanggungan Negara,” ujarnya melalui telepon seluler.

Sebelumnya, seperti yang diberitakan di salah satu media terbitan tanggal 19-05-2015, Muhamad Yunus mendapat kritikan dari anggota DPRD Kubu Raya terkait kinerja Dinas Pendidikan Kubu Raya yang mengecewakan dan merusak citra pendidikan, dengan menyunat dana tunjangan kepala sekolah dan guru terpencil. (Dhani)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *