Beredarnya Video di Grup Whats App Terkait Adanya Kapal Asing yang Berlabuh di PT.Wilmar

POSTKOTAPONTIANAK.COM

PONTIANAK – Selasa ( 24 maret 2020 ) sekitar pukul 08.00 wib telah diperoleh informasi terkait beredarnya video di grup whats app Sdr.H.Karim tentang adanya kapal asing yang berlabuh di PT.Wilmar Jln.Khatulistiwa Kelurahan Batulayang Kecamatan Pontianak Utara Pontianak Kota Kalbar.

Kapolsek Pontianak Utara AKP Hery Purnomo,SE. M.Ap melalui Kasi Humas IPTU Hamdani ketika dikonfirmasi, membenarkan terkait diperoleh informasi beredarnya video di grup whats app Sdr.H.Karim tentang adanya kapal asing yang berlabuh di PT.Wilmar Jln.Khatulistiwa Kelurahan Batulayang Kecamatan Pontianak Utara Pontianak Kota Kalbar.

Selasa, 24 Maret 2020, pukul 09.00 wib, kata IPTU Hamdani, perwakilan warga mendatangi kantor Lurah Batulayang untuk meminta dilakukan pertemuan dengan PT.Wilmar mengenai klarifikasi adanya berita tersebut.

Selanjutnya,sekitar pukul 09.20 wib bertempat di ruang Lurah Batulayang dilakukan pertemuan yang dihadiri Yogi Perdana selaku Anggota DPRD Kota Ptk Dapil Kec.Ptk Utara, Masyhar selaku Lurah Batulayang, Ipda Sahdan Suryana selaku Panit 2 Intelkam Polsek Ptk Utara, Aiptu Sadi selaku Panit 1 Binmas Polsek Ptk Utara, Bhabinkamtibmas Kel.Batulayang, Widodo selaku humas PT.Wilmar, Nugroho Sihite selaku kepala operasional PT.Wilmar,
Eko Wicaksono selaku wakil manager PT.Wilmar, Basyid selaku agensi kapal,
Amoy selaku HRD PT.Wilmar, Hasan Kordinator Security PT.Wlmar, H.Abdul Karim selaku warga Batulayang, Iskandar Ketua POM Kec.Ptk Utara dan Lamber selaku masyarakat Batulayang.

Diketahui jelas IPTU Hamdani, dalam pertemuan tersebut disampaikan beberapa hal, Basyid selaku agen Kapal.- Bahwa terkait beredarnya video Kapal Royal yang dimaksud warga, itu bukan merupakan kapal dari PT.Wilmar, kapal tersebut adalah kapal PT.Jarum yang sedang berlabuh didekat dermaga PT.Wilmar sambil menunggu antrian sandar.

Bahwa saat ini di dermaga PT.Wilmar memang ada kapal dari Negara Vietnam yang sedang bongkar muat ampas tandan sawit.

Foto dok hms Polsek Ptk Utara.

Bahwa dikapal tersebut terdapat ABK dari Negara Vietnam sebanyak 12 orang.

Bahwa ABK Asing tersebut sebelum masuk ke PT.Wilmar sudah melalui standar SOP dari Kementrian kesehatan RI bidang pencegahan dan pengendalian penyakit.

Adapun pedoman SOP yang dilalui ABK asing tersebut sebelum sampai ke PT.Wilmar yaitu,*✓ Terhadap kapal yang datang dari Negara terjangkit lainnya dilakukan labuh jangkar selama 14 hari di area zona Karantina. *✓ Bila mana dalam pemeriksaan oleh petugas kesehatan pelabuhan ( KKP ) kelas II Pontianak terdapat ABK / Crew yang ditemukan tanda atau gejala Covid 19 maka yang bersangkutan akan dilakukan tindakan kekarantinaan sesuai dengan SOP yang berlaku.

Bahwa untuk kapal dari Vietnam setelah dilakukan pemeriksaan sesuai SOP oleh petugas kesehatan pelabuhan, ke semua ABK tersebut tidak ditemukan gejala Covid 19 dengan ditunjukan dikeluarkannya sertifikat kesehatan, selanjutnya kapal tersebut digiring oleh pandu menuju ke dermaga PT.Wilmar untuk melakukan kegiatan muat barang.

Kami dari PT.Wilmar pada saat aktifitas bongkar muat juga membatasi dan melakukan kegiatan sesuai standar operasional yang ada di perusahaan kami.

ABK asing kami larang untuk turun dari kapal sebagai upaya cegah penularan Covid 19.- Namun pada saat pengecekan jumlah barang yang dimuat, ABK hanya boleh turun dari kapal satu orang saja dan sebelum turun / naik kapal kami lakukan penyemprotan sanitizer terhadap ABK tersebut.

Pada kesempatan tersebut H.Karim ( Masyarakat Batulayang ) mengutarakan, Kami sebagai masyarakat awam ini heran kenapa orang-orang kita tidak boleh ke luar Negeri, tetapi orang luar boleh kesini, andai kata apabila masyarakat kami disini ada yang terinfeksi virus tersebut apakah dari PT.Wilmar akan memberikan kontribusinya.

Dari Hasil rapat tadi malam dengan masyarakat tentang adanya kapal asing yang bersandar di PT. Wilmar, kami dari masyarakat ingin meminta keterangan /klarifikasi dari PT.Wilmar. Seandainya masyarakat kami ada yang terjangkit apakah dari perusahaan bisa bertanggung jawab, tanya H.Karim dalam pertemuan tersebut.

Alhamdulilah katanya, dengan adanya pertemuan ini kami bisa mendengar klarifikasi dari PT. Wilmar, sehingga bisa menghilangkan rasa kekhawatiran masyarakat kami yang ada di Kel.Batulayang. Kami meminta agar kapal asing tersebut tetap di pantau dan dihimbau sesuai dengan SOP yang telah dilaksanakan.

Yogi Perdana Putra selaku Anggota DPRD Kota Pontianak menyampaikan, Saya selaku anggota DPRD Kota Pontianak dan selaku warga masyarakat Kelurahan Batulayang berharap agar kapal tersebut harus selalu dipantau dan dihimbau jadi jangan sampai mereka keluar atau berhubungan dengan masyarakat. Dan kita sangat berharap
agar mereka tetap bekerja dikapal, tetap harus di sterilkan jangan sampai ada masyarakat kami yang terjangkit,tegasnya.

” Saya selaku Lurah Kel.Batulayang mendengar informasi dari masyarakat tentang adanya kapal asing yang bersandar di PT. Wilmar. Maksud dan tujuan saya disini ingin mengklarifikasi tentang kapal tersebut agar masyarakat di Kel.Batulayang tidak ada yang khawatir. Bahwa apa yang telah disampaikan dari PT. Wilmar sudah sesuai dengan SOP yang ada,ujar Lurah.

Aiptu Sadi selaku Panit 1 Binmas Polsek Ptk Utara menghimbau agar berhati-hati saat menggunakan medsos. Apabila kita akan menshare suatu informasi harus kita croscek dulu dan lakukan klarifikasi agar dapat kita ketahui kebenaran informasi tersebut, ucapnya.

Bijaklah dalam bermedsos karena ada UU IT yang dapat menjerat kita apabila menshare berita yang tidak benar ,( hoax ).
Salain itu lanjut Panit Binmas, saat ini kita sedang menghadapi pendemi Covid 19, kita tidak boleh panik namun kita tetap harus waspada dengan selalu menjaga kebersihan dengan cara selalu mencuci tangan, menghindari perkumpulan yang mengundang banyak warga serta tidak keluar rumah guna menghindari meluasnya penyebaran Covid 19.

Kasi Humas Polsek Pontianak Utara IPTU Hamdani menyampaikan terkait video yang beredar tersebut hingga digelar pertemuan. Diharapkan masyarakat dapat menerima informasi yang benar.

Selama kegiatan pertemuan tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 wib, telah dilakukan pulbaket dan pengamanan oleh Anggota Bhabinkamtibmas dan Unit Intel Polsek Pontianak Utara, situasi dalam keadaan aman dan kondusif, pungkas IPTU Hamdani./redPKP.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *