Bekerja di Jepang, Perawat Indonesia Digaji Rp32 Juta

Ilustrasi perawat di rumah sakit (Ikhwan Yanuar)
Ilustrasi perawat di rumah sakit (Ikhwan Yanuar)

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan, gaji yang diterima perawat asal Indonesia di Jepang mencapai Rp32 juta. Namun, gaji sedemikian besar baru diperoleh jika mereka lulus Ujian Nasional perawat di Negeri Sakura tersebut.

Hal itu disampaikan Nusron saat melepas 66 calon perawat dan 212 calon care giver yang akan berangkat ke Jepang nanti malam di kediaman dinas Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yasuaki Tanizaki di kawasan Kebayoran Baru, Rabu, 10 Juni 2015.
“Kalau belum lulus Ujian Nasional, gaji pokoknya bervariasi antara Rp18 juta hingga Rp20 juta atau sekitar 150 ribu dan 200 ribu Yen. Sementara, kalau telah lulus Ujian Nasional, nominal tersebut bertambah Rp12 juta lagi,” ujar Nusron menambahkan.
Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro mengatakan, tingginya permintaan Jepang terhadap perawat Indonesia memang belum bisa dipenuhi. Pasalnya, jumlah lulusan calon-calon perawat di Indonesia tak sebanding dengan permintaan yang ada.
“Tapi kalau dari segi kemampuan, baik dari keperawatan atau care giver, mereka sudah memenuhi kualifikasi secara teknis. Hanya saja faktor bahasa masih harus dibenahi,” kata Agusdin.
Dia memberikan contoh. Tahun 2014, Jepang meminta lebih dari 300 perawat dan care giver. Tetapi, Indonesia hanya bisa memenuhi 278 orang. Ia berharap, ke depan Indonesia bisa memenuhi ekspektasi tersebut.
“Artinya, kesempatan untuk menjadi perawat dan care giver lebih banyak, sehingga kami bisa memberikan kesempatan yang lebih besar bagi tenaga kerja perawat di seluruh Indonesia, jika mereka memang belum memperoleh kesempatan bekerja di Indonesia.”(mus)/(vv)/radar-indo

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *