Banjir Di Desa Pasak Tiang Bukan Karena Faktor Alami

POSTKOTAPONTIANAK.COM

(Kubu Raya) – Ketua Umum Komunikasi Kemitraan Teritorial (KKT) Provinsi Kalbar Tengku Apreandi mengatakan bahwa peristiwa banjir yang dialami oleh masyarakat desa Pasak Piang dikarenakan oleh beberapa faktor bukan secara alami.

“Banjir di sana itu sudah jelas dikarenakan beberapa faktor bukan karena intensitas hujan yang kelebihan melainkan adanya PT yang tidak membuat buka tutup untuk pengaliran air di sungai,” kata dia saat ditemui di sebuah Cafe pada Sabtu (29/04)sore.

Dirinya menilai, kehadiran perusahaan – perusahaan kelapa sawit sudah merajalela
sejak beberapa tahun lalu. Hanya saja baru saat ini didengar oleh pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

“kita sudah berteriak kepada beberapa media massa agar perusahaan-perusahaan bisa merealisasikan saluran air. Dan kenapa baru saat ini bisa dibuat kemarin-kemarin kemana perusahaan- perusahakan itu bersama dengan Pemda setempat,” ucap dia

Dirinya menerangkan pada tahun 2014 lalu tepatnya di Desa Teluk Bakung Kabupaten Kubu Raya mempunyai jembatan yang putus sepanjang 1,5 kilometer dengan jalan untuk kendaraan sepanjang empat kilometer.

“Sekarang ini Seharusnya pemerintah sudah harus mulai membangun bukan melakukan mediasi, kalaupun akan melakukan mediasi seharusnya sejak dulu dilakukan. Jadi saat ini mungkin statusnya sudah proses perealisasian,” terang dia

Dirinya berharap agar jalur aliran air dapat dibuka dengan lebar oleh perusahaan-perusahaan sawit yang ada di Sungai Bakung, agar masyarakat desa bakung tidak menjadi resah dengan kehadiran perusahaan sawit tersebut.

” karena hal ini sama seperti yang pernah terjadi di Desa Kuala mandor B. Di sana itu hujan sedikit saja sudah banjir karena saluran air sudah banyak ditutup, dan masyarakat di sana meminta Bagaimana caranya banjir tidak terkenal kepada masyarakat setempat,” pungkasnya.

(Viky)

Foto Tengku Apreandi Ketua Umum KKT Kalbar /Viky / POSTKOTAPONTIANAK.COM


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *