Bandar Sabu Dijemput Polisi Tengah Malam

Bandar : Barang bukti sabu, timbangan, uang tunai, dan perangkat lain yang disita polisi dari tangan Denny Erwanda. Pelaku adalah bandar sabu jaringan Beting yang beroperasi di wilayah kota Sekadau.

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Lama diincar, akhirnya Denny Erwanda (40), warga asal Jeruju, Pontianak Timur akhirnya dibekuk polisi dari satuan Restik Polres Sekadau dan Polsek Sekadau Hilir, Kamis (6/8) dinihari sekitar pukul 00.15 WIB.

Bandar sabu diringkus beserta barang bukti./mus
Bandar sabu diringkus beserta barang bukti./mus

Denny dijemput polisi di rumah tinggalnya di kawasan Desa Sungai Ringin, Sekadau Hilir.

Denny adalah target incaran polisi sejak lama. Itu karena kenekatannya menekuni bisnis penjualan narkotika jenis sabu-sabu. Denny pun tak kuasa melawan saat diangkut polisi.

Namun, ia sempat berkelit dengan mengaku sudah lama tidak menjual sabu. Polisi yang tak percaya begitu saja lantas menggeledah kediaman Denny. Di rumahnya, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa uang tunai 6 juta rupiah yang diduga hasil penjualan sabu, 4 unit HP, buku tabungan, 2 buah bong sabu, dan plastik klip 2 bungkus.

Polisi juga menyita satu unit sepeda motor jenis Yamaha Fino milik Denny. Secara mengejutkan, polisi menemukan 7 paket sabu dengan berat mencapai 4,04 gram serta timbangan sabu di jok motor tersebut yang membuat Denny tak dapat lagi berkilah.

Dari pengakuannya kepada polisi, Denny sudah menjual sabu sejak 8 bulan terakhir. Ia mendapat pasokan sabu dari kawasan Beting, Pontianak. “Senin (3/8) kemarin dia baru ambil sabu ke Beting 5 gram. Sebagian sudah dijual, sisanya yang kita sita,” ungkap Kasat Restik Polres Sekadau, AKP P Silaen, (6/8).

Polisi tak kesulitan menyimpulkan Denny sebagai bandar. Argumen itu diperkuat dengan temuan timbangan sabu milik Denny. Dalam aksinya, Denny memasok sabu hanya di wilayah kota Sekadau dan sekitarnya. “Dia juga ngaku sebagai bandar,” tambah Silaen.

Penangkapan Denny sendiri bermula dari pengembangan kasus sebelumnya yang melibatkan seorang kurir asal Pontianak yang ditangkap di kawasan Desa Ensalang, beberapa waktu lalu. Ditambah pula laporan dari masyarakat yang sudah resah dengan tindak-tanduk pelaku.

“Kami berterimakasih atas dukungan masyarakat, terutama dalam menginformasikan tindak kejahatan kepada kami,” ucap Silaen.

Denny disangkakan melanggar pasal 112 dan 114 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Selama ini ia termasuk penghancur generasi muda S-ringgi cetus warga yang tidak mau disebutkan namanya.karena ia bertempat tinggal di Desa S-Ringgi kabupaten Sekadau.(mus)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *