Awas, Narkoba Rambah Desa

POSTKOTA PONTIANAK.COM
SEKADAU-Narkotika tidak hanya merambah perkotaan, Desa juga menjadi target para pemasok barang haram ini. Buktinya,Senin (9/2/2015), Kepolisian Resor Sekadau melalui Unit Reserse Narkotika, berhasil mengaruk 3 pemuja barang terlarang ini di dua TKP berbeda di Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau.

Tiga tersangka berhasil  dibekuk.(yahya)Kapolres Sekadau, AKBP. Muslikhun melalui Kepala Satuan Unit Narkotika AKP.K.Purba mencerikan kronologis penangkapan ketiga tersangka dimulai dari informasi yang di dapat satuanya bahwa ada peredaran Narkotika Jenis Sabu di Wilayah Kecamatan Belitang. ” Kita lakukan lidik, lalu dipastikan orang-orang yang mengunakan dan di kembangkan untuk sampai kepada bandarnya,”tukas Purba.

Dilapangan, anggota Reserse Narkotika pertama mengejar  ke SP 3 Padak dan mengamankan Ari Suharto dan Kristian beberapa saat setelah keduanya menikmati Narkotika Jenis sabu serta alat hisapnya di kediaman Kristian yang juga dijadikan tempat usaha revarasi Henfon dan conter pulsa.

Keduanya tak berkutik setelah petugas melakukan pengeledahan dan menemukan satu paket Sabu seberat 0,22 gram di dalam paketan kecil yang di sembunyikan di bawah speaker. ” BB sabunya sudah digunakan,yang ada sisa pakai mereka berdua, dibeli satu jie seharga Rp.200.000, secara patungan”terang Purba.

Petugas lantas memeriksa seisi rumah Kristian dan mendapati korek api tanpa kepala, pipet serta bong untuk menghisap sabu dari botol larutan di dalam kamar kristian. Keduanya lantas di introgasi petugas di rumah dan di giring untuk menunjukan orang dan tempat keduanya mendapatkan kristal terlarang itu.

Berbekal keteragan keduanya, petugas mendatangi Arianto, lelaki paruh baya berusia 56 tahun di Sp 4 Desa Setuntung Kecamatan Belitang. Arianto yang karib disapa Pak De dan berprofesi sebagai tukang bangunan ini juga tak berkutik saat di pertemukan dengan Ari dan Kristian yang mengaku membeli Sabu dari dirinya (Arianto).

Pengeledahan pun dilakukan dan didapati Sabu seberat 0,23 Jie, pipet, bong sabu dan korek api tanpa kepala di dalam rumahnya. ” Kita dapatkan semua barang bukti,pemakai dan penjualnya,” kata Purba.

Tersangka Arianto, kepada petugas mengakui mendapatkan barang haram ini (Sabu) dari Pontianak. Kali ini dirinya membeli sebanyak dua (2) jie di Pontianak lalu di jual kepada Ari Suharto dan Kristian sebanyak satu Jie. ” Dia beli dari pontianak,dijual ke Belitang,”lanjut Purba.

Ketiganya lalu di bawa petugas ke Mapolres Sekadau, Senin malam dan menjalani pemeriksaan. ” Kita ingatkan juga kepada masyarakat harus waspada karena dengan
kasus ini menjadi bukti bahwa Narkoba mulai merambah ke Desa dan Kecamatan,jika ada masyarakat yang mengetahui ada peredaran Narkotika lapor ke kepolisian agar di tindak dan tidak merusak warga,” himbau Purba.(Yahya PKP)