AtangTomas Antibar, Apresisasi Pemilihan RT Jemput Bola Menuju New Normal

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH – Semangat juang untuk bercipta dan berkarya demi perubahan membangun ditengah suasana wabah virus corona yang akan menuju kehidupan New Normal, patut diacungkan jempol kepada warga Rt.006/Rw.002 Desa Antibar. Atang salah satu tokoh masyarakat mengapreasiasi Pemiliha Rt Jemput Bola, dengan kegiatan pemilihan ketua Rt. 006/Rw.002 Dusun Pendidikan Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur Kabupaten Mempawah. Sabtu 06/06/2020).

Ibnu Algazaba atau disebut dengan Atang, mengatakan bahwa prosesi kegiatan pemilihan ketua Rt sistem jemput bola ini baru pertama diadakan di Desa Antibar dan bisa jadi baru pertama di kabupaten mempawah, karena sistem yang dilaksanakan bertepatan dengan situasi wabah virus corona.

“Pelaksanaan pemilihan Ketua RT. 006/RW. 002, Dusun Pendidikan Desa Antibar kecamatan mempawah timur, dimana terdapat 145 pemilih yang memilih secara langsung tanpa ada keterwakilan. Selain itu hal yang sangat luar biasa adalah para pemilih tetap memberikan hak pilihnya tanpa harus mendatangi tempat pemilihan ” jelasnya

Ibnu Algazaba akias Atang mengatakan, sistem jemput bola ini merupakan insiasi panitia pemilihan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

“Sekarang ini kita di tengah pandemi Covid-19, proses pemilihan harus tetap berjalan. Maka panitia memutuskan menggunakan sistem jemput bola, dimana panitia ini memberikan surat suara kepada pemilih kerumah masing-masing. Itu dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan pemilihan. Esok harinya, panitia mendatangi lagi ke rumah pemilih tersebut dengan membawa kota suara, dan pemilih memasukkan surat suara itu kedalam kotak, hal itu di hadiri oleh panitia pemilih, para saksi calon ketua Rt dan aparat desa” jelas Ibnu Algazaba.

Dijelaskannya, usai pengambila surat suara kepada pemilih, baru dilakukan penghitungan, dalam penghitungan itu disiarkan secara lagsung melewati media sosial yaitu facebook, jadi warga bisa melihat langsung perhitungan tersebut tanpa harus mendatangi.

“Saya berharap Pemkab Mempawah bisa mencontoh sistem pemilihan jemput bola di tengah pandemi Covid-19 ini, dan sistem yang dilakukan dapat ditiru oleh desa/kelurahan di Kabupaten Mempawah. Apalagi dalam pemilihan Rt ini menggunakan dana swadaya warga Rt.006/Rw.002 dan itu biaya sangat murah sekali, cuma dalam kegiatan ini memang sangat diperlukan jiwa korsa yang tinggi akan kesuksesan dan semangat gotong royong serta pengadian demi memperlancar jalannya pemilihan Rukun Tetangga,” jelas Ibnu Algazaba

Ibnu Algazaba katakan, mungkin pemilihan yang dilakukan ini sangat efisiensi dan memakan biaya yang murah, cuma diperlukan semangat tinggi untuk mensukseskan jalan pemilihan secara tertib, aman, lancar dan kondusif. (Guns)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *