Asosiasi Pelaku tanaman hias beserta Asosiasi Perkumpulan Holtikultura kecewa lahan mereka akan diganti dengan luas 2×3 meter

POSTKOTAPONTIANAK.COM

Pontianak, Salah seorang pelaku usaha Tanaman Hias yang sudah puluhan tahun mengelola tanaman hias di GOR Pangsuma Pontianak sebut saja namanya Edy Susanto yang sejak dari tahun 1980 dari masa gubernur almarhum Sujiman sudah menggeluti bidang Pertamanan bunga
Namun pada saat ini kita juga bingung karena tempat usaha kami akan digusur tuturnya kepada sejumlah Wartawan pada Selasa 25 /01/2022.

Kami terdiri dari berbagai pelaku usaha tanaman di GOR Pangsuma ini merasa kecewa dengan adanya penggusuran ditempat usaha tanaman hias kami .yang seharus nya sebelum kami digusur coba Carikan solusi untuk kami terutama masalah tempat kami untuk berjuajan tanaman kami yabg baru kira- kira ada apa tidak lokasinya.kata Edy.

Disamping itu juga Lusi sebagai pelaku usaha tanaman hias juga menuturkan,kita juga sudah meminta kepada pak Yudi,agar minta berkordinasi ,dan juga saya diminta komentar lewat media,atau lewat TVRI dan saya juga siap kata Lusi menuturkan.

 

Baca juga : Jadikan Momen Imlek Lebih Berwarna Bersama Koleksi UNIQLO LifeWear FC

 

Adapun saran yg kita dapat kan dari berbagai instansi kata Edy Susanto dia menyarankan kepada saya silakan membuat statmen melalui media akan tetapi kami tidak perlu jugalah.

Disamping itu Edward satu penasehat dari Kuasa perkumpulan Asosiasi Pertamanan mengatakan sebenarnya kalau kita mengimpormasikan lewat media juga boleh

Tetapi dengan bahasa yang santun dengan cara yang tidak menyinggung semua pihak dan menyampaikan aspirasi tetapi oleh karena kita mempunyai jalur hukum tetap akan dengan jalurnya.

Kita minta kesempatan kata Edward terhadap penggusuran tempat usaha para Asosiasi ini dan apapun yang telah menjadi unik,Unik tersebut bisa kita sampaikan kepada kawan- kawan media yang hadir pada saat ini untuk menulis ,yang menjadi permasalahan para pedagang bunga yang ada di GOR Pangsuma sekarang ini.

Itu saran saya untuk dapat menyampaikan aspirasi tersebut melalui media karena kita meminta itu kan harus degan tangan terbuka ,dan kita memohon dan tentu menjadi pertimbangan nya apalagi sudah selama ini kita sudah berbuat dan membatu sudah membersihkan lokasi tempat jualan kita ,tentu akan menjadi pertimbangan mereka tutur Edward.

Disamping itu juga ,Lusi mengatakan untuk permohonan kita yang kita buat untuk tembusanya kepada Polda ,kepada Gubernur,kepada Pol PP semua itu ada,karena sejarah legalitasnya lengkap dan seharusnya dia menjanjikan kepada kita memberi kesempatan untuk bicara, sesuai dengan legalitas yang kita punya tetapi kenyataan tidak ada malah kita diundang kita tidak dikasi kesempatan untuk berbicara.

Organisasi di GOR ini bukan hanya satu organisasi yang mengayomi.untuk organisasi tersebut banyak.

Disamping itu, ketua koperasi Hultikultura Provinsi Kalimantan Barat Niswiranto mengatakan ada sebagian anggota kami ada yang berdagang di GOR ini,dalam hal ini saya sebagai ketua Koperasi kata Niswiranto merasa kecewa bahwa dari kepala dinas Dispora Bicara kepada pedagang tanaman hias,dia minta tolong kerja samanya,tetapi dalam hal ini ternyata dinas sendiri yang tidak mau bekerja sama, dengan kawan- kawan yang bedagang di tanaman hias jadi yang bagai mana maksudnya meminta kerja samanya tersebut.

Sedangkan kami ini sudah di undang dan disuruh hadir berarti kami sudah ikut bekerja sama tetapi anehnya ketika kami mau menyampaikan aspirasi ternyata kami tidak diterima dan kami tidak diberi kesempatan untuk bicara kata Niswiranto.

Jadi dimana letak kerja samanya dan itu yang membuat kawan -kawan kami kecewa,ujarnya.

Akan tetapi kalau dari program pemerintah juga kata Niswiranto ,yang akan menjadikan stadion ini untuk sarana olah raga internasional kami juga,sangat mendukung.

Karena apapun bentuknya stadion ini adalah milik negara,dan aset pemprov dan kami disini hanya diberi kesempatan untuk bedagang .dan hanya menumpang tidak untuk dimiliki.

Karena kami juga selallu menjangga keamanan dilingkungan GOR ini dan kami juga tau sebelum nya di GOR ini seperti apa lokasi disini karena selallu dijadikan tempat – tempat yang negatif dan ketika kami masuk membuka usaha Disini ternyata di lokasi GOR ini aman terkendali, tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Kanya semenjak ada kami yg ber usaha didalam GOR sekarang ini lampu juga sudah hidup semuanya sehingga ketika oravg mau beraktifitas pada malam hari selalu aman.

Sepengetahuan ramainya di GOR ini pada waktu orang berolah raga jalan kaki pada hari Sabtu dan Minggu itu, dari sejak empat tahun yabg lalu karena tempatnya sudah ramai .karena:sudah ada penghuninya.

Dikatakan Niswiranto untuk anggota koperasi kami jumlahnya sekitar 30 orang yang sebagian anggota koperasi tersebut yang domisilinya di GOR jadi saya mewakili kawan,- kawan anggota koperasi yang ada di GOR ,alamat kantornya di jalan perintis GG remaja dua kelurahan Akcaya.

Dari asosiasi lain memang namanya tidak dimasukan dikarenakan mereka ada wadah sendiri,dengan wadah tersendiri inilah sehingga saya yang mewakilinya.

Dan ketika akan dilakukan audensi kami juga kecewa kata Niswiranto karena kami sudah diundang dari Dispora Provinsi Kalbar namun kami tidak mau diberi kesempatan untuk bicara kami pasti kecewa

Dimana letak kerja samanya ,sementara dari dinas berkoar -;koar berkata meminta kerja sama dengan kita akan tetapi mereka saja tidak mau bekerja sama dengan kita,tuturnya.

Dengan ada undangan tersebut tentu kami hadir dan itu merupakan kerja sama kita yang baik tuturnya,karena ketua kami juga hadir namun kami tidak mau diberikan kesempatan untuk bicara .

Kalau kami sering melakukan rapat koperasi dikarenakan semua itu ada pemasukan karena semua itu sudah berjalan, dan koperasi kami juga sudah jelas sudah ada legalitasnya, tuturnya

Coba pikir kan saja para pelaku usaha tanaman bunga tersebut tempat usaha digusur lalu mau di disiapkan tempat yang ber ukuran 2×3 layak apa tidak .untuk tempat jual bunga dan masuk logika apa tidak tetapi kalau lokasinya hanya untuk jual bubur dan sate kemungkinan bisa, katanya.

Jangan lah kami ditempatkan ditempat yang tidak layak seperti itu masak untuk tanaman bunga dikasi ukuran 2×3 kan tidak layak dan kami mohon kepada Dispora agar bisa mencarikan lahan yg cukup memadai untuk kami.

Sekiranya ada lahan yang masih kosong kami minta ditempat yang kosong agar usaha tanam bunga kami bisa di kembangkan lagi.

Kedua nya kami minta Disproa bisa menghubungi pemerintah. Setempat yang mungkin ada mempunyai lahan hijau untuk kami tempati lokasinya.

Ataupun kami dapat di dampingi pihak lain agar para anggota koperasi kami bisa,menempati dan bisa berjualan bunga di GOR Pangsuma ini kembali.

Dan kami sangat menyayangkan dan
Kami sangat kecewa sekali tutur Niswiranto oleh karena kami tidak diberi kesempatan untuk bicara.

Ditempat yg sama salah salah seorang kuasa pelaku usaha tanaman hias mengatakan kami sangat menyayangkan sekali adanya statmen yang mengatakan asosiasi kami tidak diakui.

Karena sebelum nya juga kami Sudah membuat surat kepadanya agar dapat menerima dan meberikan kesempatan untuk berbicara bagi teman- teman yang lain namun Dari Dispora tidak mau mengakui adanya asosiasi itu bagi kami tidak menjadi masalah tuturnya.

Disamping itu juga sebagai pelaku usaha tanaman hias Edy Susanto mengatakan, dari awal pertemuan tersebut dia sudah meminta kita bisa menyampaikan keluhan kita dan unik- unik kita apa yang akan disampaikan.

.Tetapi kenyataanya bisa kita lihat sendiri ternyara kita hanya dibatasi dan tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi kita dan tidak diberi kesempatan untuk bicara,sehingga kita kecewa.

Kami hanya ingin menyampaikan aspirasi kita saja kata Edy yang namanya audensi tersebut biasanya pasti ada sesi tanya jawabnya ujar Edy.

hingga berita ini dibuat pada hari Selasa siang hari kepala dinas Dispora Provinsi Kalbar tidak bisa Ditemui karena ada kegiatan Zome Mething dikantornya
// Muly //.

 


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.