Arist Merdeka Sirait: Bapak Biadap Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Kandungnya

PKP ! KOTA DEPOK — Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menilai, bahwa pada fase Covid-19 saat ini sudah terdapat beberapa kasus kejahatan seksual bahkan sangat tinggi yang menimpa anak-anak. Seperti, Sugianto (60), perlakuannya sangatlah bejat. Karena telah melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak kandungnya sendiri yang seharusnya mendapatkan perlindungan seutuhnya dari dirinya sebagai seorang bapak.

“Justru, SS (10) yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar sudah mendapatkan perlakuan tak senonoh dengan tindakan kekerasan seksual yang dilakukan bapak kandungnya sendiri,” ujar Arist di dampingi Ibu Korban, Selasa (14/07/2020), di Balai Wartawan Pemkot Depok, Jawa Barat.

Dia menjelaskan, bahwa dari pengakuan korban yang saat itu tinggal di Cipayung, Depok, awal diketahui tindakan bejad bapak kandungnya ini, korban bercerita kepada kakaknya bahwa dirinya telah dilakukan pelecehan seksual sebayak 10 kali.

“Bahkan, kasus serupa juga pernah terjadi kepada anak pertamanya pada umur 9 tahun saat itu masih duduk di bangku kelas 2 dan pelaku telah dipenjara selama 3 tahun. Dan selanjutnya, kembali kekerasan seksual terjadi untuk yang ke dua kalinya kepada sang adik, SS berusia 10 tahun yang dilakukan orang yang sama yaitu bapak kandungnya sendiri,” jelas Arist.

Menurutnya, bahwa dari kronologi tersebut pelaku sudah melakukan tindak kekerasan seksual sebanyak dua kali terhadap dua orang putrinya. Jadi, ini sudah dianggap sebagai residivis karena telah melakukan hal serupa bahkan kepada anak kandungnya sendiri

“Artinya, pelaku sudah termasuk residivis. Berdasarkan dalam UU No 17 tahun 2016 residivis itu bisa dihukum diatas 10 tahun atau seumur hidup bahkan bisa dilakukan tindakan kebiri karena pelaku telah melakukan tindakan yang sama dan pernah dihukum . Itu sudah masuk residivis,” tutur Arist.

Arist menegaskan, bahwa kembali kepada di dalam UU diatas, hal tersebut sudah masuk dalam katagori residivis.

“Jadi seseorang yang melakukan tindakan yang sama apalagi itu dilakukan didalam lingkungan keluarga maka dia bisa diancam 10 atau 20 tahun penjara ditambahkan 1/3 dari hukuman,” tandasnya.

FALDI


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *