Antisipasi Penyakit Antraks

Antisipasi Penyakit Antraks

Bakteri Bacillus Anthracis ke-Manusia

POSTKOTA PONTIANAK

DEPOK-Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok, Tinte Wirasutisna menerangkan, guna mengantisipasi penularan penyakit Antraks yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis pada manusia, itu dapat dicegah dengan selalu mencuci tangan jika bersentuhan dengan hewan ternak, selain itu juga harus mencuci bersih bahan makanan sebelum dimasak.

Penyakit-Anthrax-Ilustrasi“Sebab Antraks merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini merupakan penyakit menular dan mematikan pada fase terganasnya,” terangnya kepada wartawan kemarin dikantornya.

Dia menjelaskan, kendati tergolong dalam penyakit menular, penyakit ini menular dari hewan herbivora ke manusia dan tidak dapat menular dalam hubungan sesama manusia. Walaupun begitu penyakit ini tetap harus diwaspadai. Penularan ini dapat melalui daging, tulang, kulit, dan kotoran hewan penderita.

“Namun Spora Antraks dapat dimusnahkan pada suhu 90 derajat celsius selama 45 menit dan 100 derajat celsius selama 10 menit, untuk itu dihimbau kepada masyarakat agar memasak daging harus sampai matang,” jelas Tinte.

Tinte menambahkan, karena selain melalui konsumsi langsung daging hewan yang terjangkit Antraks, bakteri ini juga dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui usus, paru – paru karena menghirup spora hewan yang terjangkit, dan luka. Bakteri antraks akan masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang terluka.

“Artinya bakteri Bacillus anthracis merupakan bakteri yang akan tinggal dan berdormansi dalam tanah dan terus membelah diri dalam sel inangnya. Pada manusia bakteri antraks bisa menyerang kulit, sistem pencernaan, paru-paru dan selaput otak,” ujarnya.

Tinte mengingatkan kepada peternak untuk menjaga kebersihan kandang ternaknya, melaksanakan prosedur penyembelihan ternak dengan benar serta setiap ternak yang akan diperjualbelikan harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal ternak.

“Selain itu juga Vaksin juga harus dilakukan 2 kali dalam setahun kepada hewan ternak, untuk menjamin kesehatannya,” imbuhnya.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *