Anggota DPRD Sintang Zulherman Mengharapkan Dana   CSR Dikucurkan Untuk Beasiswa

www.postkotapontianak.com Setwan SINTANG. Anggota DPRD Sintang, Zulherman menyampaikan anggota DPRD turut mendorong agar partisipasi pembangunan oleh perusahaan perkebunan yang beroperasi di Sintang dapat diperbanyak dalam hal peningkatan kualitas sumber daya manusia Sintang. Hal ini disampaikannya usai menghadiri kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kecamatan Ketungau Hulu (03/02/2020) dan Kecamatan Ketungau Hilir (22/02/2020).

“Di Dapil (Daerah Pemilihan) 2 ini kan banyak perkebunan sawit, kita harapkanlah kontribusi mereka dalam mengurus pembangunan yang ada. Selain kita himbau untuk mereka mempekerjakan tenaga kerja lokal, kita juga harapkan mereka menyalurkan dana CSR (Tanggung jawab sosial perusahaan) mereka ke masyarakat. Selain daripada itu, dana sosial yang disumbangkan ke desa bisa dipergunakan khususnya untuk pengadaan beasiswa bagi anak-anak yang putus sekolah, mau melanjutkan ke SMA atau putuh kuliah,” ungkap Zulherman. “Hanya saja saya ingatkan dalam proses seleksi diupayakan betul-betul tidak mampu melanjutkan sekolah dan cukup berprestasilah,” tambahnya.

Selain itu Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini juga menyampaikan bahwa pada tahun 2020 memang masih ada beberapa desa di daerah pemilihannya yang belum mendapat program pembangunan. Zulherman mengatakan, di 2021 selaku anggota DPRD akan mengupayakan minimal 1 desa mendapatkan 1 program pembangunan.

“Nanti harus kita kawal bagus-bagus supaya pembangunan itu setiap desa khususnya di empat kecamatan di dapil dua itu harus ada pemerataan ya, minimal setiap desa itu satu-satu-satu lah,” ujar Zulherman.

Jamhur, selaku Camat Ketungau Hulu menyampaikan bahwa permasalahan yang dihadapi pada pembangunan di tahun 2020 masih seputar pembangunan dan pelayanan dasar kepada masyarakat. Ada lima isu yang diangkat dalam forum Musrenbang kali ini, yaitu infrastruktur dasar, tata kelola pemerintahan desa, keterbatasan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, pelestarian lingkungan dan minimnya pembiayaan pembangunan.

“Di sini kami masih perlu melakukan peningkatan akses transportasi darat, kemudian kami juga butuh sarana dan kualitas layanan komunikasi, serta peningkatan kualitas pendidikan dasar yang ada, ” ujar Jamhur.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *