Anang : Kegiatan CSR Cargill Kurang Memuaskan

“ Pernyataan Ketua BPD Ratu Elok Manis Mata”

Anang Majeri Ketua BPD Ratu Elok./HR
Anang Majeri Ketua BPD Ratu Elok./HR

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! KETAPANG-Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) menurut World Business Council on Sustainable Development adalah komitmen dari bisnis/perusahaan untuk berprilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, seraya meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokal dan masyarakat luas.

Program CSR merupakan investasi bagi perusahaan demi pertumbuhan dan keberlanjutan (sustainability) perusahaan dan bukan lagi dilihat sebagai sarana biaya (cost centre) melainkan sebagai sarana meraih keuntungan (profit centre).

Program CSR yang dilaksanakan oleh PT.HSL Cargill yang berada diwilayah kecamatan Manis Mata Kabupaten Ketapang sudah terlihat begitu banyak kegiatannya untuk kepentingan masyarakat umum khususnya untuk kecamatan Manis Mata.

Kendati demikian lain halnya yang dirasakan oleh Anang Majeri Ketua Badan Pengawasan Desa (BPD) Ratu Elok kecamatan Manis Mata, Anang Majeri atau Ganjui (panggilan sehari-harinya ), saat menemui wartawan menjelaskan kekurang puasannya terhadap program CSR yang dilakukan oleh Cargill terhadap Desa Ratu Elok.

Ganjui menilai CSR dari Cargill pengerjaannya masih setengah-setengah. “saya melihat CSR dari Cargill ini setengah hati terhadap desa kami, terbukti perbaikan jalan didalam desa justru jalan yang sudah bagus di kerjakan justru ruas jalan yang betul-betul perlu perbaikan justru di abaikan.

Buktinya jalan Gusti H.Abdul Hamid tidak dikerjakan sampai selesai malah semakin berlubang dan membuat genangan air ditengah jalan, hanya ditumpuk tanah tapi tidak langsung dirapikan dengan menggunakan alat berat yang biasa digunakan untuk meratakan permukaan jalan. Sementara yang paling utama lagi jalan didepan Puskesmas Manis Mata terlihat hancur sehingga kesulitan untuk warga yang berobat masuk ke halaman puskesmas.

“Jadi saya sebagai BPD di desa ini merasa tidak puas dan merasa tidak adanya koordinasi dari pihak perusahaan dengan kami pada saat melakukan kegiatan-kegiatan tersebut,” kesal Anang Majeri./Heriyansyah/W.OES


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *