Alumni Gontor Terus Menjadi Perekat Bangsa Indonesia

90 Tahun Pondok Modern Gontor (1926-2016)

Inilah Pesan Kiai Syukri Kepada Alumni Gontor

KH ABDULLAH SYUKRI ZARKASYI  SAAT MENGHADIRI PEMBUKAAN SILATURRAHIM KIAI DAN PIMPINAN PONDOK PESANTREN ALUMNI GONTOR - TANGERANG - 22 JAN 2016./*za
KH ABDULLAH SYUKRI ZARKASYI SAAT MENGHADIRI PEMBUKAAN SILATURRAHIM KIAI DAN PIMPINAN PONDOK PESANTREN ALUMNI GONTOR – TANGERANG – 22 JAN 2016./*za

TANGGERANG-KH. Syukri Zarkasyi, Pimpinan Pondok Modern Gontor berpesan agar alumni Gontor terus menjadi perekat bangsa Indonesia, dan tidak menjadi pemecah umat. “Alumni Gontor harus lebih aktif lagi bergerak sebagai perekat umat, alumni Gontor harus lebih berkiprah di semua bidang mempersiapkan generasi masa depan Indonesia,” kata Kiai Syukri yang merupakan putra pertama dari salah satu pendiri Gontor, KH. Imam Zarkasyi .

Hal itu disampaikannya dalam Pembukaan Silaturrahim Nasional Kiai dan Pimpinan Pesantren Alumni Gontor, di  Siti Hotel Hotel, Tangerang, pada Jumat malam, 22 Jan 2016.

Sementara itu. Zulkifli Muhadli, Ketua Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) menyampaikan rasa sukurnya dengan banyaknya Kiai dan Pimpinan Pesantren yang hadir. “Alhamdulillah ketika Gontor akan berusia 90 tahun, sudah ada 350 pondok pesantren didirikan oleh Alumni Gontor”, ungkap Bupati Sumbawa Barat ini.

Hadir dalam kesempatan itu, ratusan alumni Gontor diantaranya, KH. Hasyim Muzadi (Dewan Pertimbangan Presiden, Mantan Ketum PB Nahdlatul Ulama), Din Syamsuddin (Ketua MUI, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah), Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR), KH. Hasanain Juaini (Tokoh Lingkungan, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Haramain), Prof. Dr. Amal Fathullah (Rektor Universitas Darussalam Gontor), KH. Sofwan Manaf (Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta), dll.

Setelah pembukaan Hidayat Nur Wahid, Amal Fathullah dan KH. Hasyim Muzadi didaulat menjadi narasumber. Hasyim Muzadi mengatakan, selama saya di Gontor saya tidak hanya mendapatkan pelajaran di kelas. Di gontor ada pendidikan karakter, pendidikan keberanian berekpresi. Saat saya jadi santri di Gontor, Pak Imam Zarkasyi pernah mengatakan waktu saya di Gontor, di gontor ini ilmu agamanya 100 persen dan ilmu umumnya 100 persen. Jadi jangan ilmu umum dan agama disandingkan, tetapi diintegrasikan./*r


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *