AKU HANYA HAMBA

Iwan W

By Iwan Wientania

Tenggelam dalam dzikir dan muhasabah panjang terkadang
hingga kuterhuyung sempoyongan.
Seakan daku hancur binasa.
Menyublim
hingga melayang mengudara.
Lalu lenyap entah kemana.
Tergugah kembali keharibaanmu yang tak bertepi.
Seringkali.

Ini bukan usaha mudah, aku tahu.
Ini memerlukan perjuangan, penghayatan dan latihan yang menyita bertahun-tahun usiaku, aku paham.

Ini adalah pengakuan hamba yang fana serta penyerahan diri sepenuhnya kepadamu ya rabb subhanahu wa ta’ala yang baqa, aku sadar.

Oleh karena itu sering aku menghardik diriku tanpa ampun, _” Kau hanya makhluk, sebagaimana yang lain dengan segala kelemahan, kekurangan dan keterbatasanmu, wahai dungu !!!_
_Laa haula walaa quwwata illa billah ‘aliyul adzim “_

Tapi, berulang kali aku berucap sampai meratap. Bersimbah air mata nelangsa.
Kembali kutersalah dan dosa yang sama.
Aku malu dan daku sadar.

Ya Allah, daku hanya hamba.
Daku sangat malu.
Daku hanya debu dan sampah di bawah duli kekuasaan serta kemuliaan nan sucimu.

Tolonglah daku dari keliaran hasrat.
Ceraikan daku dari nafsu menggilaku.
Usirlah kebodahan dan sok pintar dari
tipu daya perasaan dan ego…ku.

Aku sadar.
Maafkan dan ampuni daku kalau sering keblinger dan lupa.
Daku hanya hamba.
Ya daku hanya hamba.

( Depok menjelang pagi, muharam 1444 H / Agustus 2022 M )

 


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.