AKP Sagi Beberkan Kronologis Tanah Longsor KM 2 Tayan Hilir

Poskotapontianak.Com

Sanggau – Pasca Kejadian Tanah Longsor yang terjadi di Dusun Dalam Tayan Desa Tayan HilirKecamatan Tayan Kabupaten Sanggau, Minggu (10/01/2021) sekira pukul 22.00 wib, Kapolsek Tayan Hilir saat berada di tempat lokasi kejadian membeberkan kronologis bencana tanah longsor yang diakibatkan karena hujan deras.

2 Penumpang Pesawat Sriwijaya Airline SJ182 Adalah Warga Mempawah

Kapolsek Tayan Hilir AKP Sagi SH, menyampaikan kronologis pasca kejadian berlangsung bahwa dikarenakan hujan lebat yang terjadi pada hari minggu malam dimana mengakibatkan tanah longsor di Dusun Dalam Tayan Desa Tayan Hilir, kejadian terjadi pada pukul 22.00 wib.

“Dalam kejadian tersebut, kerugian yang diderita adalah 1 unit rumah warga rusak berat dikarena terbawa oleh tanah longsor, dan sampai saat ini tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut,” ungkapnya.

Polisi Tangkap Truk Bawa Kayu Ulin, di Amankan Polres Melawi

“Adapun kerusakan yang terjadi pada kejadian tanah longsor itu selain mengakibatkan rusaknya rumah warga, juga kerusakan terjadi di ruas jalan KM 2 sepanjang kurang lebih 50 M, sehingga jalan penghubung pontianak ke tayan mengalami kendala dan hambatan, akan tetapi masih bisa ditempuh dengan 1 jalur,” jelas AKP. Sagi SH.

KOMANDAN LANTAMAL XII BERSAMA SAMA FORKOPIMDA KALBAR LAKSANAKAN KUNJUNGAN KE POSKO KRISIS CENTER SRIWIJAYA AIR SJ-182

AKP Sagi SH menyarankan kepada kendaraan kapasitas melebihi puluhan ton agar tidak melalui jalan tersebut dan mencari jalur alternatif lain. Hal ini kami sampaikan demi menjaga bersama agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan

Hal ini disampaikan karena untuk melewati jalan tersebut sangat rawan, ada beberapa titik diruas jalan yang disebalah kiri jalan mengalami pergerakan tanah yang tadinya masih menutup ruas jalan, dan kini sudah mengalami longsor, sehingga jalur tersebut cuma bisa dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas ringan.(Guns).


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.