Akibat Sering Mati Lampu Warga Empat Desa Datangi PLN

Tuntut Pelayanan : Perwakilan warga dari desa Seberang Kapuas, Semabi, Landau Kodah dan Timpuk Sekadau mendatangi kantor PLN Sekadau untuk Menuntut Perbaikan Pelayanan Listrik

tuntut kejelasan - CopyPOSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Cerita pemadaman listrik secara tiba-tiba bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Sekadau, khususnya wilayah Desa Seberang Kapuas, Semabi, Landau Kodah dan Timpuk. Empat desa yang berada pada wilayah ujung jaringan listrik PLN Sekadau ini merupakan wilayah yang paling sering menjadi korban byar-pet.

Hampir saban hari terjadi pemadaman listrik di kawasan ini, baik disengaja untuk keperluan perbaikan jaringan maupun secara tak sengaja yang sebabnya bermacam ragam.

Bahkan, intensitas pemadaman listrik di wilayah empat desa ini dapat dikatakan menyedihkan mengingat dalam satu hari terjadi lebih dari satu kali pemadaman. Saking seringnya, warga bahkan mencatat setiap pemadaman listrik.

Merasa tidak puas dengan pelayanan penerangan listrik, perwakilan masyarakat dari Desa Seberang Kapuas, Semabi, Timpuk dan Landau Kodah mendatangi kantor PLN Sekadau, Selasa (9/6/2015) siang. Kedatangan warga bermaksud untuk mempertanyakan apa yang menjadi penyebab seringnya pemadaman listrik di wilayah mereka.

Safarani HM, salah satu perwakilan warga merasa mereka diperlakukan sebagai anak tiri akibat seringnya pemadaman listrik. Menurut Safar, pemadaman di wilayah mereka sudah tak dapat ditolerir.

“Daerah kami hanya berjarak ratusan meter saja dari kota Sekadau, hanya dipisahkan sungai Kapuas. Kalau listrik di tempat kami padam, sementara di Sekadau menyala, kami merasa iri. Rasa-rasanya kami ini bukan orang Sekadau,” ucap Safar dengan nada kesal.

Jika intensitas pemadaman masih dalam batas kewajaran, masyarakat masih dapat memakluminya. Karena, bagaimanapun yang namanya jaringan listrik bisa saja mengalami gangguan. Namun, jika pemadaman seperti sudah terjadwal, masyarakat tak dapat menerima.

“Kalau sekali-sekali, kami pasti maklum. Kami juga tidak menutup mata, kami pun siap membantu PLN merawat jaringan listrik. Tapi kalau setiap hari padam, apalagi dalam satu hari bisa berkali-kali, siapa yang bisa terus-terusan sabar. Ini saja massa kami tahan supaya tidak ramai-ramai datang kesini,” cetus Safar.

Belum lagi cerita peralatan elektronik warga yang rusak akibat listrik sering padam, kesulitan warga yang harus menghabiskan malam ditengah cahaya pelita, dan cerita-cerita miris lainnya yang menjadi akibat dari pemadaman listrik.

Apalagi saat ini menjelang bulan Ramadan. Dengan segala kekecewaan, warga mendesak manajemen PLN Sekadau untuk membenahi apapun faktor penyebab buruknya pelayanan distribusi daya listrik.

“Kami harapkan sebelum puasa minimal sudah membaik dari saat ini,” desak Kepala Dusun Seberang Kapuas, Riduansyah.

Suparyono, supervisor pelayanan pelanggan PLN Sekadau yang menerima kedatangan perwakilan masyarakat empat desa menyatakan rendahnya kualitas pelayanan listrik diakibatkan banyak factor. Salah satu yang dominan adalah kendala gangguan jaringan.

“BBM kita standby, mesin tidak ada masalah. Hanya saja, ini kan yang bekerja mesin, jadi kita tidak bisa tebak kapan akan gangguan. Lagipula jaringan kita jaringan udara yang sangat sensitif, disentuh sedikit saja bisa short (arus pendek). Jadi bukannya PLN sengaja memadamkan listrik. Ini perlu bapak-bapak maklumi juga,” terang Suparyono.

Soal keluhan warga tentang listrik yang sebentar menyala sebentar padam, Suparyono menyatakan umumnya itu diakibatkan petugas yang sedang melacak lokasi ganguan jaringan.

Tak ingin banyak berdalih, Suparyono menegaskan dalam waktu dekat seluruh petugas PLN di sub rayon akan dikumpulkan untuk mengatasi persoalan ini. “Kami tidak berjanji, tapi kami usahakan sebelum puasa sudah membaik,” ucapnya.

Dalam pertemuan itu warga sempat mengusulkan agar PLN memasang jalur alternatif Sekadau-Seberang Kapuas karena jaraknya jauh lebih dekat. Usulan ini pun dijanjikan akan dibahas bersama PLN wilayah Pontianak. /mus Longkam


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *