Adhyaksa Dault : Soal Kekerasan di Kegiatan Pramuka di Makasar

PERNYATAAN resmi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menanggapi peristiwa kekerasan yang

Adhyaksa Dault./ist
Adhyaksa Dault./ist

dilakukan oleh oknum senior kepada 21 anggota Pramuka di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Gunung Sari, Makassar, ketika mengikuti kegiatan “pendidikan dasar” Pramuka:

 “Saya menolak penggunaan kekerasan dalam pendidikan, baik dengan fisik maupun perkataan atau dalam bentuk apapun . Ini merusak psikis dan kepercayaan diri peserta didik, juga mencoreng gerakan pramuka dan profesi guru yang sangat mulia.”

 “Di Pramuka sendiri tak dikenal istilah diksar (pendidikan dasar). Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh media massa yang telah memberitakan kejadian di SMK Gunung Sari, Makassar. Harapan kita semua, hal ini tidak boleh terjadi di tempat lain. Saya sudah telepon pengurus Kwarda Sulsel yang di Makkassar, ternyata pelaku penganiayaan di SMK Gunung Sari bukanlah Pembina Pramuka dan belum mengikuti tahapan pendidikan kepramukaan.”

 “Karena itu, saya minta kepada Kwarda Sulsel untuk memberikan jaminan dan memastikan hal ini tidak boleh terulang kembali. Saya tegaskan Ini tidak boleh terjadi lagi! Kami juga meminta kepada sekolah, jangan hanya seragam pramuka yang diwajibkan, tapi anak-anak tidak dibekali dengan pendidikan kepramukaan!”

 “Lebih baik tidak diwajibkan pakai seragam Pramuka, tapi mereka diberikan pendidikan kepramukaan. Wajar sekali semua orang kaget, karena selama ini Pramuka itu dikenal sebagai kegiatan yang asyik, menyenangkan dan dinantikan anak-anak kita.”

 “Sekali lagi, saya bersama para segenap pengurus Kwarnas dan Kwarda akan bekerja keras agar hal ini tidak terjadi lagi.”./*


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *