Kontraktor Mengeluhkan Proyek Tak Dapat

BLP Depok di Tuding Terima Dana Supporting

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Sejumlah kontraktor pekerja konstruksi tergabung dalam himpunan 11 asosiasi Kota Depok,  menuding ada kecurangan yang dilakukan oknum panitia lelang di Badan Layanan Pengadaan Jasa/Barang (BLP). Pasalnya, mereka telah dimintai pungutan sejumlah uang untuk meloloskan tender/lelang.

BLP Depok di Tuding Terima Dana Supporting./(ilustrasi)
BLP Depok di Tuding Terima Dana Supporting./(ilustrasi)

Seperti salah satu pengusaha anggota satu asosiasi beinisial Ra, mengaku telah menyetor uang bersama sejumlah rekannya senilai Rp 10juta dengan janji diserahkan asosiasi ke BLP untuk mendapatkan sejumlah proyek.

“Namun menurutnya, dari 11 asosiasi memang cuma tujuh yang setor ke himpunan. Tapi ternyata proyek itu tidak kami dapatkan, tentu kami tagih donk janji himpunan,” keluh Ra, kepada wartawan kemarin di balaikota Depok, Jabar.

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Badan Layanan Pengadaan Jasa/Barang (BLP), Moch Ariefudin didampingi ketua Kelompok Kerja (Pokja) I, Bangkit, membantah tudingan tersebut, sebab pihak BLP hanya mengelola administrasi dan aturan main lelang/tender, karena untuk proses lainnya ada di organisasi perangkat daerah (OPD).

 “Kami tidak berani main-main dengan tender karena dibatasi peraturan yang ketat. Jadi, tidak ada itu seperti yang dituduhkan. Silakan dipastikan diinternal himpunan atau asosiasi,” pungkasnya.

Sementara ditempat terpisah, anggota Himpunan dari asosiasi Gappeksi, Nofli Siregar mengakui, bahwa adanya pungutan itu tetapi bukan diperuntukkan guna memenangkan tender, namun melainkan dana supporting tersebut untuk operasional asosiasi dan himpunan.  Selain itu, seluruh anggota asosiasi dan himpunan menyuarakan agar diperhatikan oleh Pemerintah Kota. Seperti contoh agar pengusaha lokal dipermudah memperoleh proyek. Misalnya menyederhanakan mekanisme persyaratan mengikuti lelang dari tujuh SKT menjadi tiga SKT syaratnya.

 “Dana tersebut guna oprasional Asosiasi dan Himpunan. Jadi enak amat kalo mau menang tender cuma bayar segitu. Kalo begitu temen-temen wartawan banyak yang pindah profesi jadi pengusaha dong,” tandasnya.(Faldi/Sudrajat)


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *