3 Pekan Warga Sejegi Dilanda Banjir, Masih Terabaikan Tanpa Kepedulian Oleh Pemkab Mempawah

BACA JUGA

Serahkan Bantuan Sembako Kepada Warga Korban Banjir, wujud Peduli Sesama DPD Partai PKB Mempawah

Polsek Kota Nanga Pinoh Bagikan Masker 2000 Untuk Masyarakat Kabupaten Melawi, Gerakan Pakai Masker Seluruh Indonesia

AKBP Tris Supardi SH. SI .K.MH. Kapolres Melawi , Kampanye Pakai Masker

Kegiatan Pencanangan Wajib Masker, M. Pagi Tekankan 3 Hal Perlu Dipatuhi

Gerakan Wajib Masker Kepada Masyarakat Untuk Menekan Penyebaran Covid-19 di Kalimantan Barat

 

POSTKOTAPONTIANAK.COM

MEMPAWAH :  Banjir di Kabupaten Mempawah terus meluas, Desa Sejegi Kecamatan Mempawah Timur yang merupakan rentan akan banjir, tercatat di Kampung Telayar, Dusun Tekam, Dusun Lubuk Batang, Dusun Adinata, dan Dusun Bemban, Kamis (10/09/2020) Siang 13.20 wib, hingga sekarang banjir merendam rumah warga. Bahkan, Hingga sekarang pun masih terabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Sudah 3 pekan warga Desa Sejegi dilanda banjir, merendamkan pemukiman masyarakat Desa Sejegi yang meliputi Kampung Telayar, Dusun Tekam, Dusun Bemban, Dusun Lubuk Batang dan Dusun Adinata, dimana kesemuanya itu untuk sekarang yang lebih sangat memprihatinkan dari sebelumnya,” jelas M. Idris Kades Sejegi.

“Kondisi air semakin tinggi di Dusun Bemban, Dusun Lubuk Batang dan Dusun Adinata hingga mencapai kurang lebih satu meter di akses jalan, ini menandakan peningkatan debit air masuk dari waktu sebelumnya, jika di akses jalan sudah setinggi begitu, sudah dipastikan didalam rumah sudah masuk dan sehingga warga membuat tempat sementara alias para-para untuk tempat tidur dan memberikan alas lebih tinggi untuk perabotan mereka agar tidak terendam oleh air,” jelas Kades Sejegi.

Ditanyai masalah perhatian dari pihak Pemkab mempawah, Kades Sejegi M. Idris katakan, bahwa pihak Pemdes Sejegi sudah menyurati Kantor Dinas BPBD Kabupaten Mempawah serta terakan jumlah warga yang terdampak dari banjir ini.

DIJUAL RUMAH : LOKASI SUNGAI RAYA DALAM KOTA MADYA PONTIANAK

“Ada 265 Kepala Keluarga dengan jumlah 2,481 Jiwa yang merasakan rumahnya terendam oleh banjir ini, ini baru 3 minggu, warga sudah merasakan keresahan atas debit air yang melonjak naik setiap saat,” jelas M. Idris.

“Penyampaian secara lisan kepada pihak BPBD Kabupaten Mempawah sudah disampaikan saat air mulai naik di Kampung Telayar, dan juga kami juga sudah melayangkan surat, tapi hingga saat ini belum ada respon dari pihak Pemkab Mempawah kepada warga kami,” ucapnya.

“Saat ini kami sudah menyiapkan titik lokasi penampungan warga jika debit air makin meningkat, yaitu di sekolah dasar berada di dusun Adinata, menghimbau kepada warga untuk mengevakualisikan ditempat yang sudah disediakan oleh Pemdes Sejegi, tapi warga masih tetap bertahan, adapun yang melakukan evakuasi itu di Kampung Telayar berjumlah 23 Kepala keluarga,” jelasnya.

“Saat ini kami sangat memerlukan sembako kepada warga, karena ini disampaikan bahwa Pemdes Sejegi tidak mempunyai dana untuk menganggarkan itu, karena sudah terpotong oleh untuk bencana Covid 19, selain itu juga kedepannya kepada Pemkab Mempawah untuk mengentaskan masalah banjir ini supaya warga kami tiap tahun tidak mengalaminya secara terus menerus, hal itu jadi harapan warga kami,” harap M. Idris Kades Sejegi./*

GUN.


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *