2834 Pramuka mengikuti Perkemahan Antar Satuan Karya di Kendari, Adhyaksa Dault “Pulang dari kegiatan ini, Adik-Adik Harus Jadi Patriot Lingkungan di Daerahnya Masing-Masing”.

Pembukaan Perkemahan Satuan Karya 13-19 Nov 2015 di Kendari - Sultra (1-4)./Pembukaan Perkemahan Satuan Karya 13-19 Nov 2015 di Kendari - Sultra (1-4).Pembukaan Perkemahan Satuan Karya 13-19 Nov 2015 di Kendari - Sultra (1-4).Pembukaan Perkemahan Satuan Karya 13-19 Nov 2015 di Kendari - Sultra (1-4)./foto: doc.Humas Kwarda Sultra
Pembukaan Perkemahan Satuan Karya 13-19 Nov 2015 di Kendari – Sultra (1-4)./Pembukaan Perkemahan Satuan Karya 13-19 Nov 2015 di Kendari – Sultra (1-4).Pembukaan Perkemahan Satuan Karya 13-19 Nov 2015 di Kendari – Sultra (1-4).Pembukaan Perkemahan Satuan Karya 13-19 Nov 2015 di Kendari – Sultra (1-4)./foto: doc.Humas Kwarda Sultra

KENDARI ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault membuka Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) di Bumi Perkemahan Bahteramas, Nanga-Nanga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara pada Jumat Sore (13/11/2015). 2834 Pramuka yang mengikuti perkemahan ini berasal dari 34 Provinsi di Indonesia, kegiatan berlangsung hingga 19 November 2015.

“Kelapa itu ikhlas dijadikan apa saja oleh manusia, anak-anak Pramuka harus ikhlas melakukan apapun untuk kemanusiaan dan lingkungan, saya minta setelah perkemahan ini, ketika adik-adik pulang ke daerah masing-masing, jadilah patriot lingkungan, cegah laut dari pencemaran, ambil sampah yang dibuang sembarangan, jangan ada lagi hutan yang terbakar atau dibakar”, ujar Adhyaksa Dault dari panggung kehormatan dengan lantang.

Adhyaksa Dault juga meminta kepada pemerintah dan sekolah agar jangan hanya mewajibkan peserta didik memakai baju Pramuka, tetapi juga harus diajarkan dasa dharma dan trisatya. “hingga hari ini, saya belum menemukan Pramuka sejati yang menggunakan narkoba dan tawuran, itu semua karena mereka diajarkan dasa dharma dan trisatya”, lanjut Mantan Menpora 2004-2009 ini.

Sementara itu, Nur Alam, Gubernur Sultra dalam sambutannya menyatakan masyarakat Sulawesi Tenggara sangat bahagia menjadi tuan rumah kegiatan ini. “Selamat datang di Sultra, di lokasi perkemahan ini kita belajar Bhinneka Tunggal Ika, perkemahan ini adalah langkah nyata untuk memperkuat NKRI”, kata Nur Alam yang juga Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Sultra. Menurut Nur Alam, Provinsi Sultra semakin banyak digunakan untuk kegiatan nasional dan internasional “Minggu ini saja, ada satu kegiatan internasional dan dua kegiatan nasional di Sulawesi Tenggara, jangan hanya sekali ke Sultra”, ujarnya disambut tepuk pramuka oleh peserta Peran Saka.

Setelah upacara Adhyaksa Dault dan Nur Alam menyalami semua peserta, Adhyaksa Dault sempat kaget ketika bersalaman dengan kontingen dari Jawa Timur, tiga orang pramuka tiba-tiba mengangkat tubuhnya dari belakang sambil berteriak “hidup pramuka, hidup pramuka”. Seorang peserta dari Sumatera Selatan bernama Hafiz Alfurqon  tanpa diduga memberikan karikatur bergambar Adhyaksa Dault. “ini cara saya agar bisa dapat foto. berdua saja dengan Kak Adhyaksa”, ujar Hafiz yang tinggal di Palembang ini. (hws)/ puta-PKP


Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *