15 Warga Korban Kriminalisasi PT Sintang Raya Lebaran di Rutan

POSTKOTAPONTIANAK.O ! MEMPAWAH-Pada (09/07), kemarin pelaksanaan sidang ke-3 terkait 15 warga Olak-Olak Kubu yang

FPR kawal kasus 15 warga Olak-olak Kubu./ady
FPR kawal kasus 15 warga Olak-olak Kubu./ady

diproses hukum atas tuduhan Pencurian TBS milik PT Sintang Raya. PT Sintang Raya, sibuk mengklarifikasi tuduhan FPR ( Front Perjuangan Rakyat) Kalbar terhadap perusahaan PT Sintang Raya terkait kasus kriminalisasi 15 warga olak-olak kubu.

Koordinator FPR Wahyu Setiawan mengatakan PT Sintang Raya sudah tidak ada HGU, batal demi hukum sesuai dengan keputusan MA nomor 550 K/TUN/2013 seharusnya pemerintah daerah mengstatus quo kan lahan bekas HGU mereka,sebelum revisi itu diurus lagi sama PT Sintang Raya, adanya indikasi pengabaian yang dilakukan pemerintah daerah terkait kasus PT Sintang Raya, sehingga menimbulkan berbagai persoalan yang merugikan masyarakat. Terkait 15 warga olak-olak kubu, mereka korban dari kepentingan PT Sintang Raya atas tanah-tanah masyarakat.

Sidang ke-3 kasus pencurian TBS kemarin berjalan lancar dari warga Olak-Olak Kubu sekitar 30an yang ikut mendukung dan mengikuti proses jalannya persidangan.

15 Warga Olak-Olak Kubu lagi jalani persidangan./adyMereka memberikan kesaksiaan bahwa lahan tersebut milik masyarakat warga Olak-Olak Kubu yang dikerjasamakan dengan PT CTB bukan milik PT Sintang Raya, soal adanya perdamaian antara PT CTB dan PT SR kami tidak tahu, seharusnya kedua perusahaan tersebut mengkonfirmasi dan mensosialisasikan terhadap kami sebagai warga pemilik tanah, kami yang ada dulu diwilayah tersebut sejak 1958 bukan perusahaan, terang warga Olak-Olak Kubu.

Sidang akan dilanjutkan pada tanggal (28/07), pihak FPR akan tetap mengawal jalannya persidangan kasus ini, kami sangat menyesalkan penundaaan sidang sangat lama, bahkan 15 warga ini tidak bisa berkumpul dengan keluarga mereka disaat lebaran yang hampir tiba.

15 warga harus berada dirutan ditengah semua umat muslim merayakan hari kemenangannya. “Bagaimana rasanya jika dihari raya ini kita kehilangan sementara anggota keluarga kita, saya berfikir jika saya di posisi mereka atau berada diposisi keluarga. Terlebih lagi mereka seperti ini, dikarenakan tuduhan yang tidak benar.

Faktanya mereka melakukan pemanenan ditanah mereka sendiri yang mereka kerjasamakan dengan pihak PT CTB. Perusahaan yang menipu masyarakat. terang Wahyu Setiawan

Kami berharap Majelis Hakim Objektif dalam melihat kasus ini sehingga dapat memutuskan perkara ini dengan adil.

Pemerintah Daerah Kubu Raya juga tidak berdiam diri, kami meminta segera selesaikan berbagai konflik agraria yang terjadi di Kecamatan Kubu jangan sampai banyak masyarakat menjadi korban dari kepentingan perusahaan merampas tanah masyarakat.

Koordinator FPR Wahyu Setiawan menyerukan kepada kaum tani, mahasiswa dan elemen lainnya untuk lebih aktif mengawal berbagai kebijakan dari pemerintah./*-pkp

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *