Zakaria : Sayangkan Mediasi PT. RJP Belum Ada Titik Temu

Zakaria Idris, SP Wakil Ketua DPRD Kab Kubu Raya.(foto:dyan-pkp)
Zakaria Idris, SP Wakil Ketua DPRD Kab Kubu Raya.(foto:dyan-pkp)

“ Secara tidak sadar terjadi konflik Masyarakat dengan Kepala Daerah, disebabkan oleh orang luar ”

POSTKOTAPONTIANAK.COM, KUBU RAYA-Terkait pemberitaan tentang PT. RJP (Rajawali Jaya Perkasa) anak perusahaan dari AMS Group yang bergerak dibidang perkebunan sawit yang berada di Sungai Bulan Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat.

Dimana pertemuan yang pernah terjadi pada hari Rabu tanggal 4-Maret-2015 di Randayan Jalan Arteri Supadio antara pihak perusahaan dan sebagian warga Sungai Bulan merasa tidak puas karena belum adanya kesepakatan antara kedua belah pihak,” kalau hal-hal yang sudah menjadi kesepakatan lalu kemudian tidak ada realisasi wajar saja masyarakat itu protes,” ucap Zakaria Idris, SP Wakil Ketua DPRD Kab Kubu Raya di ruang kerjanya. Selasa (10/03/2015).

“ Kami dari pihak DRPD sangat menyayangkan hal ini terjadi apalagi ini sudah pernah dimediasikan antara pihak perusahaan dan masyarakat Desa Sungai Bulan, tetapi belum ada titik temu,” ujarnya

Mengenai beberapa masalah yang dialami oleh masyarakat Sungai Bulan dengan PT. RJP, pihaknya akan turut serta,”apabila masyarakat perlu audisi dari Komisi I bisa mengundang perusahaan tersebut,” kata Zakaria.

“ Untuk batas klarifikasi ke pihak terkait (perusahaan) Kalau sampai tiga kali kami panggil pihak perusahaan tidak datang kami bisa menjemput dengan paksa,” tegasnya.

Dengan program kemitraan yang dicanangkan oleh Pemerintah daerah bukan berarti hak-hak masyarakat dikesampingkan Zakaria mengatakan,”secara tidak sadar kepala daerah berkonflik dengan masyarakat disebabkan oleh orang luar, di satu sisi masyarakat mempertahankan hak mereka sisi lainnya Pemerintah sudah bekerjasama siapa yang untung kan orang luar,” bebernya.

Zakaria mengharapkan semua pihak bisa saling tidak merugikan bekerjasama untuk sama-sama saling menguntungkan,”bukan berarti pihak investor sudah bekerjasama dengan pemerintah lalu dilapangan semena-mena, seharusnya dengan kerjasama yang sudah ada, aturan harus tetap dijalankan,” pungkasnya.

Dihubungi melalui pesan singkat (short massage servis) Kepala Desa Sungai Bulan Nur Juansyah, SE mengatakan,” situasi saat ini masyarakat sudah menghentikan aktifitasnya,”tutupnya, tanpa menjelaskan aktifitas yang terhenti. (yan PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *