Warga Segel PT.MJM, Camat Marakai Siap Mediasi

Dakun,S.Sos .(foto:parli-wj)
Dakun,S.Sos .(foto:parli-wj)

SINTANG-Ketika ditemui “Wartajurnalis.com”, Dakun,S.Sos selaku Camat Merakai Kecamatan Ketungau Tengah mengatakan, bahwa dirinya akan turun langsung kelapangan, guna melakukan koordinasi dengan semua pihak.

Camat berharap warga bisa membuka akses bagi perusahaan untuk beraktivitas kembali, dengan membuka segel yang dibuat oleh masyarakat. Saat ini kita sedang menunggu Tim dari Kabupaten yang direncanakan akan turun meninjau secara langsung kejadian dilapangan, menurutnya PT.MJM merupakan  PT pertama yang masuk diwilayah tersebut.

Akibat dari penyegelan oleh warga kini kondisi aktivitas PT. Makmur Jaya Malindo tidak stabil dan terhambat, setelah puluhan warga Desa Sumber Sari Desa Sumber Sari, Dusun Segantung serta Dusun Serasau Kecamatan Ketungau Tengah Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat Indonesia Segel Kantor PT. Makmur Jaya Malindo pada 3 Maret 2015 lalu.

Adapun yang menjadi sasaran penyegelan yakni kantor serta gudang milik PT.MJM yang sudah 8 Tahun menguras hasil di Bumi Ketungau, sebelum dilakukan penyegelan ada dialog antara pihak perusahaan dengan masyarakat, namun hasil pertemuan tersebut membuat kesal masyarakat.

Makmur Jaya Malindo yang Direktur Utama H.Latip, berkantor pusat di Kuala Lumpur Malaysia.

Rodul Sinaga Ketua PAC Ketungau Tengah LP3K RI menyatakan, Tuntutan masyarakat diantaranya ingin bertemu langsung dengan Pemilik modal PT.MJM, warga berharap Pemilik Modal PT.MJM bisa datang, menjelaskan kepada warga kapan warga akan menikmati janji 30%  hasil panen dari lahan yang sudah diserahkan kepada pihak PT.MJM 8 Tahun silam tersebut.

Warga juga mengancam sampai waktu yang telah ditentukan, ternyata pihak PT.MJM tidak merespon positif ancaman warga tersebut, yakni perbaikan managemen serta pihak pemodal tidak menemui warga, maka warga akan tetap menyegel kantor perusahaan tersebut.(Parli WJ)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *