Warga Nanga Taman Sulit Dapatkan Gas Elpiji

POSTKOTAPONTIANAK.COM – SEKADAU ! Tabung gas elpiji 3 kilogram sempat mengalami kelangkaan selama tiga hari di Desa Nanga Taman, Kecamatan Nanga Taman. Dua agen yang berada di Nanga Taman menjual tabung gas juga cepat habis.

Kelangkaan ini dikeluhkan oleh warga, Abang, salah seorang warga mengatakan, sejak minggu lalu gas elpiji sudah sulit ditemukan. Bahkan, dia terpaksa membeli gas elpiji berukuran 3 kilogram ke Desa Rawak yang berada di luar Kecamatan Nanga Taman.

“Saat terjadi kelangkaan sempat ada satu truk yang mengangkut elpiji ke agen. Tapi cepat habis sehingga kebutuhan rumah tangga tidak terpenuhi dengan maksimal,” kata pria 34 tahun itu, Rabu (11/5).

Untuk itu, dia berharap adanya kebijakan pemerintah agar jatah gas elpiji bagi kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi. Hal ini, kata dia, agar kelangkaan gas elpiji berukuran 3 kilogram tidak terjadi lagi.

“Jangan sampai kelangkaan ini terjadi karena ada permainan agen dan pengecer. Kasian kami masyarakat yang juga membutuhkan elpiji untuk memasak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Sekadau, Isdianto mengatakan, pihaknya menyerahkan semuanya kepada Pertamina. Sebab, Pertamina yang memiliki wewenang untuk mengaturnya.

“Itu wewenang Pertamina. Kalau informasi adanya kelangkaan, belum ada laporan yang masuk ke saya,” kata dia.

Namun, kata dia, kelangkaan bisa terjadi karena berbagai faktor. Dia menilai, jika kelangkaan yang terjadi di Nanga Taman, terjadi lantaran pembagian jatah elpiji berukuran 3 kilogram kurang.

“Bisa jadi jatahnya dikurangi, sehingga cepat habis. Karena cepat habis itulah membuat pelayanan ke rumah tangga menjadi terbatas,” tandasnya. /MS/PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *