Warga Desa Kalimantan Harapkan Proyek Abrasi

Wing, Kepala Desa Kalimantan Kec. Paloh, Kab. Sambas./ din/postkotapontianak.com
Wing, Kepala Desa Kalimantan Kec. Paloh, Kab. Sambas./ din/postkotapontianak.com

PALOH–POSTKOTAPONTIANAK.COM !  Program nawacita yang digaungkan oleh pemerintahan Jokowi-Jk mengerucut hingga kepelosok pedesaan, sejalan dengan pembangunan yang terus dikerjakan oleh pemerintah untuk menjadikan desa sebagai garda terdepan wujud pembangunan yang merata dan adil.

Tak pelak, harapan masyarakat dari ujung wilayah utara Kalimantan Barat, di Desa Kalimantan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas berharap program nawacita pemerintah pusat dapat menyentuh hingga ke desa mereka.

Pasalnya, mereka menginginkan pemerintah dapat melanjutkan proyek abrasi pantai yang nantinya mampu menanggulangi kerusakan lingkungan.

” Untuk tahun ini kita berharap agar proyek abrasi dapat dilanjutkan, karena jalan di desa kami ini sangat dekat dengan bibir pantai. Yang kami khawatirkan jika tidak dilakukan pembendungan dibibir pantai maka akan berimbas pada kerusakan jalan poros desa, ” kata Wing, Kades Kalimantan, pada postkotapontianak.com saat ditemui dikediamanya beberapa waktu lalu.

Menurut Wing, jarak badan jalan dari bibir pantai hanya  sekitar 5 -10 meter. Mulai dari Desa Matang Putus dan Desa Matang Danau, maka dengan kondisi seperti itu, kebutuhan pembangunan proyek abrasi sangat diutamakan.

“Yang lebih parahnya lagi saat ini sudah terdapat beberapa rumah warga serta kuburan yang sudah tergerus akibat erosi pantai, ” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Wing, dirinya berharap agar instansi terkait dapat melakukan peninjauan ulang perencanaan pekerjaan abrasi pantai untuk dapat menjadi program lanjutan di tahun 2016.

” Memang saat ini sudah ada proyek sebelumnya  dengan jarak 250 meter, namun pembangunan itu belum efektif dirasakan oleh masyarakat, karena masih belum bisa menahan hempasan ombak terutama pada akhir tahun dimana ombak laut sangat besar, karena wilayah kita ini berbatasan langsung dengan laut Cina Selatan, ” tukasnya./Udin Subari

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *