Uskup Memberkati, Bupati Resmikan Gereja Santo Yosef Nanga Mau

27 August 2015 14:46

SINTANG ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Begitu megah dengan arsitektur yang modern namun tidak mengurangi unsur kerohaniannya. Begitulah gambaran Gedung Gereja Katolik Santo Yosef Nanga Mau Kecamatan Kayan Hilir yang telah diresmikan oleh Bupati Sintang Milton Crosby mewakili Gubernur Kalimantan Barat Cornelis pada Jumat 14 Agustus 2015.

Acara Persesmian Gereja dihadiri juga, Administrator Keuskupan Sintang yang juga Uskup Agung Mgr.  Agustinus Agus Pr, Anggota DPRD Propinsi Kalimantan Barat Suyanto Tanjung,  Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward didampingi anggotanya,  Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan beserta rombongan, Pastor Paroki Katedral Kristus Raja Sintang, Romo Yohanes Pranoto Pr,  kepala SKPD, Forkopinda, Tokoh masyarakat dan ratusan umat Katolik.

Pemberkatan Gereja dipimpin langsung, Uskup Agung Mgr  Agustinus Agus pr, yang dalam khotbahnya mengatakan membangun Gedung Gereja relatif lebih mudah tetapi membangun umat dalam meningkatkan Imannya yang sulit.

“dengan adanya sarana ibadah baru ini tentunya  kualitas pelayanan pastoral, Iman, pemimpin umat juga ditingkatkan. Saya harap umat disini memanfaatkan sebaik mugkin sarana ibadah ini.  sederhana saja, jika ingat gereja ingat Tuhan” ucap Agustinus Agus.

Menurut Uskup Agung ini perhatian terhadap hidup keagaaman  hidup kebutuhan duniawi sehari-hari harus seimbang. “Hidup didunia ini tidak harus menderita, Kita boleh hidup kaya, punya pangkat dan kedudukan tapi kita tidak boleh melupakan Tuhan. Apa yang kita miliki saat ini hanyalah sementara.” Ungkap Uskup Agung

Sementara itu Bupati Sintang Milton Crosby mengatakan pmbangunan sebuah bangunan gereja merupakan bentuk aktualisasi iman dalam mewujudkan kesaksian dan pelayanan terhadap karya penyelamatan Allah kepada dunia. “adanya proses pembangunan gereja kita ditantang untuk membangun dan membentuk persekutun yang diwarnai semangat cinta kasih dan persaudaraan sejati orentasi tersebut bukan hanya untuk kepentingan gereja tetapi panggilan untuk mewujudkan tanggung jawab demi kebaikan Gereja” jelas Bupati Sintang.

Bupati Sintang juga mengatakan dalam sepuluh tahun terakhir ini pertumbuhan gereja sangat tinggi, banyak gereja Katholik dan Kristen yang diresmikan dan diletakan batu pertama pembangunanya.

“saya sangat bangga, bahwa sebagian besar dari Gereja yang telah dibangun tersebut merupakan upaya swadaya umat dan dilakukan secara mandiri. Kita tidak boleh tergantung pada bantuan orang lain. Saya minta seluruh umat kristiani untuk menggalang gotong-royong, kebersamaan, solidaritas dalam membangun sebuah rumah ibadah. “ tambah Bupati Sintang

Menurut Bupati Sintang terdapat dua makna esensial dalam pemberkatan dan peresmian gereja Katolik St Yosef Nanga Mau Keuskupan Sintang merupakan sebagai titik awal membangun persekutuan yang lebih dekat dengan Tuhan dan menjadi wahana untuk membangun relasi yag lebih baik dan harmonis

“ini momentum yang bernilai strategis dalam pembinaan kehidupan baik masyarakat umumnya khusunya bagi generasi muda kita. Saya juga minta  Gereja dapat mengambil perannya untuk membuka pikiran jemeaatnya terutama soal ekonomi dan pendidikan. Di bidang ekonomi saya berharap kalangan gereja membantu Pemkab Sintangdalam menggerakan masyarakat membangun ekonomi kerakyatan sehingga masyarakat lebih produktif, sambil membangun secara rohani juga membangun ekonomi masyarakat, dengan demikian kalangan pekerja rohani bisa menyampaikan ajaran Tuhan Secara Aplikatif Kepada Jemaatnya, sehingga upaya masyarakat membangun ekonominya  lebih cepat, kesejahteraan semakin baik  dan akhirnya gereja juga akan semakin sejahtera. Dibidang pendidikan saya minta kalangan gereja memproteksi  generasi muda kita   dari acaman bahaya narkoba, pergaulan bebas dan HIV/AIDS”  Pinta Bupati Sintang

Bupati Sintang mengucapkan terimaskasih atas dukungan semua pihak yang telah memdukung Pemerintah Kabupaten Sintang selama ini.

“mohon dukungan doa supaya kabupaten Sintang terus maju berkembang,  aman dan tertib, karena bagi saya  apapun  yang kita lakukan kalau Tuhan tidak campur tanggan maka semua akan sia-sia upaya dan pekerjaan kita “tukas  Bupati Sintang

Pastor Paroki St Yosef Nanga Mau Romo  Isnadi, Pr mengatakan Gereja terbesar di Kayan Hilir ini berukuran 16 x 30 meter berkapasitas 600 -an umat.

“Gereja ini mulai dibangun pada 6 april 2013 peletakan batu pertama, hingga selesai telah menela  anggaran 1,8 miliar. pembangunan Sarana ibadah ini  masih kekurangan biaya sekiar Rp 287 juta.” Katanya./* pkp

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *