Uray Indra Mulya Apresiasi Kinerja Januar di Program MBR

Uray Indra Mulya./hn
Uray Indra Mulya./hn

PONTIANAK   ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Dengan diimbangi program sambungan air bersih Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), tak ayal kerja nyata Pemerintah Kota Pontianak untuk mencapai angka tuntas akses air minum yang dicanangkan hingga tahun 2019 akan dapat terwujud, jika diselaraskan dengan program MBR yang mencapai pada angka 2.000 titik sambungan disetiap tahunnya

Sejatinya program MBR tak hanya berangkat untuk memberikan suplay air bersih kepada masyarakat kurang mampu, namun dari program tersebut justru akan memberikan langkah terobosan yang baik untuk PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak dalam meningkatkan jumlah pelanggan hingga sampai ke tingkat kelas masyarakat ekonomi ke bawah.

“Jadi kita sangat mengapresiasi kerja tim MBR tahun 2016 ini yang dikomandoi oleh Januar Pribadi. SE selaku Ketua Tim Hibah Air Minum APBN TA II Masyarakat Berpenghasilan Rendah, karena hingga saat ini yang terpasang sudah mencapai 1.500 titik dan secepatnya semua sudah diverifikasi oleh tim survey, untuk saluran yang sudah terpasang, ” kata Kepala BAPPEDA Kota Pontianak, yang juga sebagai Ketua Project Implemantion Unit (PUI) Kota Pontianak, Uray Indra Mulya, pada postkotapontianak.com saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (13/9/16).

Tim Program MBR Kunjungi Kantor Bappeda Kota Pontianak. / foto : Hendri Wjs
Tim Program MBR Kunjungi Kantor Bappeda Kota Pontianak. / foto : Hendri Wjs

Menurut Uray Indra, sistem kejar kelapangan menjadi langkah baik dalam menyelesaikan program MBR, pasalnya meski sambungan tersebut dikategorikan dengan biaya murah, namun tidak menutup kemungkinan masih terdapat beberapa warga yang mungkin tidak mampu untuk menerima program tersebut.

“Sistem jemput bola menjadi kunci induk untuk menuntaskan program besar seperti MBR. Dengan kita mengunjungi langsung rumah warga yang mendapat program MBR, saya rasa mereka akan dapat pengetahuan secara langsung program yang akan memberi manfaat besar bagi masyarakat itu sendiri, ” terangnya.

Pemerintah pusat mengharapkan, lanjut Uray Indra mengatakan, Pontianak dapat menjadi barometer kota yang tuntas akses suplay air bersih kepada masyarakat. Yang mana PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak merupakan binaan langsung PDAM Pusat.

“Perhatian serius diberikan pemerintah pusat kepada Kota Pontianak khususnya sambunga air bersih kepada masyarakat. Dan untuk pelaksanaan verifikasi MBR kita menjadi daerah pertama yang diverifikasi untuk zona Kalimantan, ” katanya.

Disinggung berkaitan dengan kekosongan kursi direksi PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak, serta terdapat beberapa lokasi MBR yang belum memiliki sambungan pipa induk, dengan tegas Uray Indra mengatakan program MBR tidak akan berpengaruh besar terhadap kekosongan kursi direksi.

“Sedangkan untuk daerah yang belum memiliki pipa induk, kita mengimbau PDAM agar segera memasang aliran pipa, dan untuk mereka yang belum ada aliran, namun sudah terpasang meteran maka belum bisa kita masukkan dalam data karena air belum mengalir, ” tandas Uray Indra.*/(dev)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *