Upacara Dange’ Ritual Sakral Dayak Kayan

Reporter : Devi Lahendra

PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Memelihara tradisi yang telah diwarisakan oleh para leluhur,

Ilustrasi.(ist)
Ilustrasi.(ist)

menjadi nilai sakral bagi suku Dayak Kayaan yang berada di Kabupaten Kapuas Hulu. Upacara syukuran atas berkah dan rahmat yang telah dilimpahkan oleh Tipang Tenangaan (Tuhan-red), dalam bentuk upacara adat yang dinamai Dange.

Dange memiliki makna yang sama dengan gawai yang dilakukan oleh sku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Barat. Namun Dange adalah upacara adat yang selain untuk mengucap syukur pada Tuhan atas hasil perladangan, juga untuk mengumpulkan saudara-saudara untuk berkumpul.

Masyarakat adat Dayak Kayaan untuk bertahan hidup lebih mengandalkan sumber daya alam hutan sebagai sumber kehidupan mereka. Hutan dengan bentangan tanah yang luas digunakan untuk bercocok tanam, seperti berladang, menyadap karet, berkebun sayur-sayuran, berkebun buah-buahan, mencari kayu dan berburu binatang liar yang ada di hutan.

Namun di dalam peradabannya suku Dayak Kayaan selalu memegang teguh budaya dari leluhurnya. Dalam alur cerita dari leluhur suku Dayak Kayaan, tradisi upacara adat yang sarat dengan makna ritual dan riligius bahwa dange diciptakan oleh kuu’ Kuleh (kake Kuleh) dan dayung dange, ku’ kuleh ini adalah orang Kayaan Umaa’ Aging. Tapi dange ini juga berlaku pada Kayaan Umaa’ Suling.

“Jadi dalam upacara Dange’ Kayaan sanagt tersimpan banyak makna sakrat serta tradisi budaya Dayak Kayaan yang patut dilestarikan sehingga dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung, menyaksikan secara langsung upacara Dange’Kayaan, “ demikian dikatakan Dra. Bonasa Bonawati. M.Si Kabid Pengembangan Sumber Daya Parekraf, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Kalimantan Barat, saat ditemui diruang kerjannya.

Lanjut diceritakan oleh Bona, Kuu’ Kuleh punya anak dan cucu yang masing-masing hidup sendiri ditempat lain. Mereka ini ada yang berada di lung danum (harafiahnya adalah kuala sungai), aur danum (harafiahnya adalah hulu sungai), lung hilo, lung leno. Tempat dimana Lawe’ (Lawe’ adalah orang yang memiliki kekuatan supranatural dan tersohor dalam cerita suku Dayak Kayaan) dan Kerigit (Kerigit adalah istri Lawe’), daerah ini sekarang berada di daerah Apo’ Kayaan.

“Bagi suku Dayak Kayaan, Dange merupakan upacara adat yang tertinggi dan sakral dalam deretan upacara lainnya. Upacara tersebut dilaksanakan usai panen padi yang jatuh sekitar bulan April-Mei setiap tahunnya, “ tukas Bona mengakhiri./

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *