Upacara Ceng Beng menghargai Leluhur

Ceng Beng : Umat Tionghua melaksanakan ritual Ceng Beng dengan mengunjungi makam leluhur dan kerabat yang sudah meninggal. Upacara ini sebagai bentuk penghormatan keapda leluhur dan sudah ada sejak jaman dinasti Qin.

Upacara Ceng Beng di Sekadau-yhy
Upacara Ceng Beng di Sekadau-yhy

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Hari sudah pagi. Tapi, gerimis tetap saja enggan berhenti turun. Sudah sejak pukul 06.00 wib. Mestinya, areal pekuburan Tionghua di pinggir jalan Trans Madya, Seberang Kapuas sudah ramai dikunjungi para kerabat. Namun, Minggu (29/3/2015) pagi. areal pemakaman masih relatif sepi hingga menjelang pukul 07.00 WIB. Mungkin hujan jadi penghalang bagi sebagian warga.

Kemarin, tanggal 10 bulan pertama tahun Imlek 2566 bertepatan dengan upacara Ceng Beng atau ziarah makam bagi umat Tionghua. Umumnya, sanak kerabat akan datang ke areal pekuburan beramai-ramai untuk mendo’akan dan bersih-bersih.

Beberapa saat, intensitas hujan menurun. Seiring kemudian barulah puluhan keluarga terlihat mengerumuni areal pekuburan Tionghua Desa Seberang Kapuas. Orang-orang ini sibuk mempersiapkan upacara di pemakaman keluarga masing-masing. Hujan masih turun memang, namun para keluarga yang sudah terlanjur basah tetap melanjutkan ritual.

Ceng Beng (Qing Ming) secara harfiah dapat diartikan sebagai hari yang cerah dan cemerlang. Ceng Beng ditetapkan lima belas hari setelah Chunhun. Peringatan ini belakangan memang identik dengan ziarah makam. Tradisi inipun sudah ada sejak jaman dinasti  Qin.

Peringatan Ceng Beng biasanya dilengkapi dengan atribut seperti dupa, uang-uangan (uang hantu), duplikat perhiasan, pakaian, buah-buahan serta lauk pauk. Atribut-atribut tersebut akan dibakar. Dengan dibakar, dipercaya akan sampai ke arwah leluhur yang sudah meninggal.

Umat Tionghua juga akan mengadakan sembahyang di kuburan para leluhur. Umat Tionghua memang dikenal sangat menghormati leluhur, sekalipun sudah meninggal. Itu mengapa setiap perayaan Ceng Beng, pihak keluarga yang berdomisili di tempat yang jauh pun akan datang untuk ikut dalam ritual.

“ Ya hari ini agak lambat karena hujan turun dari tadi malam. Tapi upacara tetap harus dilaksanakan sekalipun hujan. Hanya agak terlambat saja dari yang sudah-sudah,” ujar Akhun, salah seorang warga yang ikut dalam upacara Ceng Beng.

Ceng Beng dirayakan dua kali dalam setahun. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta menjaga tradisi, kegiatan ini dipercaya mampu membawa berkah bagi keluarga./Yahya

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *