Tiga Anggota Pramuka ini, Jalan Kaki Sepanjang 174 KM ke Palembang, Lalu Naik Sepeda dari Palembang ke Jakarta, Begini Cerita Serunya

JAKARTA ! Sore itu menjelang malam (Jumat, 18 Nov 2016), tiga anggota Pramuka dari Saka Bhayangkara, Kak‎ Muhammad Hari Sutopo (20 th), Kak Raja Saputra (20 th), dan Kak Ali Tonang (19 th), tiba di Gedung Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Jalan Medan Merdeka Timur No 6, Jakarta Pusat.

Ketiganya bersepeda dari Palembang ke Jakarta selama 20 hari, mereka menikmati perjalanan ini dengan singgah di berbagai tempat dan akhirnya sampai juga di Jakarta. “Kami sengaja datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Adhyaksa Dault,” kata Hari Sutopo sore itu.

Kebetulan, sore itu Kak Adhyaksa tengah melantik Kepala Pusdiklatnas, Wakil Kepala Pusdiklatnas dan 13 Andalan Nasional Kwarnas hasil pergantian antar waktu. Usai melantik, Kak Adhyaksa, Kak Rafli Effendi, Sekjend Kwarnas, bersama pimpinan Kwarnas menyambut ketiga anggota Pramuka itu di halaman Gedung Kwarnas dengan penuh bangga.

Kak Adhyaksa Dault menjelaskan tidak mudah memutuskan berangkat untuk sebuah perjalanan jauh dengan jalan kaki dan naik sepeda, adik-adik ini sebelum naik sepeda sudah jalan kaki di atas 174 kilometer.

“Fisik penting, tapi daya tahan di jalan bukan semata soal fisik, tapi juga mental dan keyakinan, adik-adik saya ini punya ketiganya, saya bisa mengatakan ini, karena saya sudah mendaki banyak gunung di dalam dan luar negeri,” jelas Kak Adhyaksa.

Kak Adhyaksa melanjutkan, “Saya mohon maaf baru selesai acara pelantikan, luar biasa adik-adik kita ini. Coba perkenalkan satu-satu siapa namanya dan dari mana asalnya,” ujar Kak Adhyaksa menyapa tiga anggota Pramuka tangguh ini.

Mereka pun lantas memperkenalkan diri, ketiganya berasal dari ‎Kwartir Ranting Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin‎, Sumatera Selatan. Kak Hari Sutopo menceritakan motivasi mereka datang ke Jakarta selain ingin bertemu Ketua Kwarnas, juga sekaligus mengikuti ujian kenaikan tingkat dari Bantara ke Laksana.

“Maksud kedatangan kami, selain ingin bertemu kakak (Kak Adhyaksa) juga untuk mengikuti ujian kenaikantingkat kak,” kata Kak Hari saatberbincang di ruang kerja Kak Adhyaksa.

Syarat ujian kenaikan dari Bantara ke Laksana sebenarnya cukup ditempuh dengan waktu tiga hari tiga malam, bisa melalui jalan kaki maupun menggunakan sepeda. Namun, ia nekad memilih ke Jakarta dengan menempuh waktu selama 20 hari.

“Orangtua adik-adik gimana, mereka apa nggak khawatir,” tanya Kak Adhyaksa. ‎

“Alhamdulillah nggak kak, kita semua sudah mendapat dukungan dari orang tua, karena mereka sudah tahu kita sejak SD sudah di Pramuka, dan Pramuka banyak memberikan manfaat baik untuk kita maupun masyarakat,” jawab Kak Hari.

Kak Hari bahkan menceritakan, dari Kecamatan Sungai Keruh‎ awalnya mereka jalan kaki menuju Kwarcab Musi Banyuasin, setelah itu mereka berjalan lagi menuju Kwarda Sumatera Selatan di Palembang. Perjalanan itu mereka tempuh sepanjang 174 Km.

“Baru setelah itu, dari Kwarda kita naik sepeda ke Jakarta kak,” ucap Kak Hari menceritakan.

Mendengar cerita itu, Kak Adhyaksa sangat salut dan terharu. Terlebih saat mengetahui kedatangan mereka ke Jakarta hanya berbekal, mantel, baju Pramuka, kaos, celana, selimut, serta kelengkapan alat shalat dan alat mandi. Uang saku mereka juga sangat minim karena tidak mendapat anggaran dari Kwarda maupun Kwarcab.

“Kalau malam kita istirahatnya kadang di masjid, di kantor Polsek, Polres atau kadang di rumah warga,” cerita Kak Raja.

Selama perjalanan itu banyak suka duka yang mereka alami. Dukanya Kak Ali mengatakan, mungkin saat di jalan, cuaca buruk, melewati hutan yang sepi, dan terkadang  tidak tahu arah. Namun dibalik itu mereka sangat suka, karena baginya ini menjadi pengalaman yang berharga yang tidak bisa dilupakan.

“Sukanya kita jadi tahu, dan bisa berbagi pengalaman dengan Kwarcab-Kwarcab dan Kwarda yang kita temui. ‎Dalam perjalanan itu kita sudah mendatangi tujuh Kwarcab dan empat Kwarda,” jelas Kak Ali.

Ia menuturkan, kedatangan mereka ke Jakarta juga untuk yang pertama kalinya. ‎Di sini rencananya mereka akan menghabiskan waktu selama empat hari untuk berkeliling Ibu Kota, termasuk mengunjungi Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur Jakarta Timur. ‎

Usai bercerita panjang lebar, sebagai bentuk apresiasi Kak Adhyaksa pun memberikan bekal kepada mereka,termasuk tiket pesawat untuk pulang ke Palembang, sementara piagam penghargaan menyusul karena ketiganya tidak memberitahu terlebih dahulu sebelum berangkat dari Palembang.

Kak Adhyaksa juga mengundang mereka untuk ikut lomba kebut gunung, jika juara ini memungkinkan mereka untuk bisa naik gunung di dalam dan luar negeri. “Kita perlu jutaan anak muda yang tidak merokok, tidak miras, tidak narkoba dan punya fisik prima seperti ketiga adik-adik ini, saya ajak ikut lomba kebut gunung karena mental, keyakinan dan fisik adik-adik ini bagus,” ungkap Kak Adhyaksa Dault.

“Kami sangat senang danberterimakasih. Kebetulan kami juga belum pernah naik pesawat. Kami tak menyangka, Kak Adhyaksa turun menyambut kami di jalan, lalu mengajak ke ruang kerja, kami benar-benar bangga sebagai anggota Gerakan Pramuka,” jelas ‎Kak Hari menutup perbincangan di Kwarnas./(HK)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *