Tidak Ada Transaksi Jual Beli

Camat Sucinaraja Garut Disinyalir Terbitkan AJB Bermasalah

GARUT, POSTKOTAPONTIANAK.COM-Camat Sucinaraja Kabupaten Garut Jawa Barat, Drs. Arif Rumdana diduga ikut rekayasa terbitkan Akta Jual Beli bermasalah karena sebelumnya tidak pernah ada transaksi jual beli dari si pemilk tanah. Hal itu di ungkapkan oleh Anggota DPD LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Firman Ali, Minggu malam di Garut (21/9/2015).

AJB diduga bermasalah./IST
AJB diduga bermasalah./IST

Firman ali mengatakan, kenapa Camat berani menanda tangani akta jual beli, padahal si pemilik lahan tidak pernah mengadakan transaksi jual beli kepada siapapun. Data adanya akta jual beli yang ditandatangani Camat Selaku PPAT Kecamatan Sucinaraja di dapat dari BRI Unit Karangpawitan setelah sebelumnya oknum pelaku yang menjaminkan akta jual beli atas nama Sudiana Sapta Laharja kedapatan macet usaha alias tidak mampu mencicil kredit kepada Bank yang bersangkutan.

“ Ini jelas rekayasa murni, karena ibu Cucu sama sekali belum pernah menjual tanah miliknya kepada siapapun, bahkan si pemilik lahan tanda tangan didalam surat kuasa jual beli sudah di manipulasi alias di palsukan baik oleh Kepala Desa Sadang Dedi Sobantara maupun oleh pelaku rekayasa jual beli Sudiana Sapta Laharja,” tegas Firman Ali.

Dijelaskan Firman, akibat rekayasa dan manipulasi antara Dedi Sobantara dan Sudiana, Cucu selaku pemilik lahan dirugikan puluhan juta rupiah dan anehnya saat Camat Sucinaraja di pertanyakan oleh saya, ada kesan cuci tangan dan tidak mau di persalahkan. Padahal sepengetahuan kami, jika PPAT akan menerbitkan atau menandatangai Akta Jual beli sedianya seluruh ahli waris pemilik tanah harus di hadirkan di hadapan PPAT. Ini jelas pelanggaran murni dan harus di tindak sesuai hukum yang berlaku.

“ Akibat rekayasa itu kami telah membuat laporan Polisi di Polsek Wanaraja pada hari Jum`at 19 September 2015 lalu. Dan kami juga meyakini pihak Survreyor BRI Unit Karang Pawitan juga ikut terlibat,” ujar Pirman lagi.

Sementara itu Cucu, (pemilik lahan ) saat dijumpai di kediamannya menjelaskan, dirinya sama sekali tidak tahu perihal ada pencairan dana dari BRI senilai 50 juta rupiah, karena pihaknya tidak pernah meminjam bahkan menjual lahan ke saudara Sudiana. Seluruh persyaratan pinjaman ke Bank Pun dirinya tidak pernah dimintai. Tapi kok tiba tiba tanah berikut Rumah yang diami sudah di terbitkan AJB di kecamatan Sucinaraja dan berpindah kepemilikan kepada Sudiana.

“ Demi Tuhan pak saya tidak tahu menahu perihal transsaksi jual beli , karena saya tidak pernah menjualnya kepada siapapun. Adapun soal adanya suarat kuasa jula beli saya juga tidak memerintahkan atau membuat surat kuasa kepada siapapun bahkan ikut tanda tangan pun tidak pernah. Ini sudah keterlaluan dan sudah saya laporkan kepihak yang berwajib,” kata Cucu sambil terbata bata.

Sampai berita ini di susun, baik camat Sucinbaraja maupun BRI Unit Karang Pawitan belum bisa di mintai tanggapannya. Namun sejumlah pihak menyayangkan PPAT kecamatan Sucinaraja teledor dan tidak berhati-hati alias Asal bapak Senang menerima laporan dari bawahannya. Aklibatnya masyarakat dirugikan atas terbitnya Akta Jual beli. Pemilik lahan berharap pihak kecamatan segera membatalkan AJB yang telag diterbitkan. ( A. Naz)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *