Tersangka Pembabat Hutan Danau Sentarum, Diseret ke Meja Hijau

Tunggul sisa penebangan liar di lokasi Taman Nasional Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. / foto : doc.jpg
Tunggul sisa penebangan liar di lokasi Taman Nasional Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. / foto : doc.jpg

PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Medio pertengahan bulan Agustus 2016 ini Kantor Balai Pegamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak, telah memasuki tahap penyelesaian Pendidikan Perkara Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, di wilayah konservasi Taman Nasional Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Sejatinya dalam perkara tersebut, diserahkannya seorang tersangka AS beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Putusibbau melalui Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat pada hari Rabu tanggal 10 Agustus 2016, lalu.

“Semua berkas sudah lengkap, dengan Perkara Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Nomor BP.01/BPPHLHK/SW.3/7/2016 Tanggal 25 Juli 2016 dan telah dinyatakan Lengkap (P.21) oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat berdasarkan Surat Nomor B-1868/Q.1.4/Euh.1/08/2016 Tanggal 5 Agustus 2016, ” terang Kepala Balai PPHLHK Haris Sudjoko, SH melalui David Muhammad, S.Sos.MH selaku Kepala Seksi Wilayah III Pontianak, pada sejumlah wartawan, Senin (15/6/16).

Menurutnya, penyidikan perkara tindak pidana pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan yang ditangani oleh PPNS Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kalimantan Seksi Wilayah III Pontianak, menjadi penyidikan perdana, dan sekaligus sebagai bukti keseriusan dalam melakukan penegakan hukum sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang menjadi kewenangan PPNS Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Kalimantan.

“Kasus yang kami tangani saat ini, berawal dari adanya laporan dari hasil kegiatan patroli yang dilakukan oleh Polisi Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum berdasarkan Surat Perintah Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dan nasil dari kegiatan pengumpulan bahan keterangan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Kehutaan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Bekantan. Kemudian pada hari Minggu tanggal 10 April 2016, sekitar Pukul 11.10 Wib, tim menemukan sebanyak 215 (dua ratus lima belas) batang Kayu bulat kecil Jenis Tembesu dengan ukuran 3 m sampai dengan 4 m di Desa Jongkong Tanjung, Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya pada titik koordinat N 0.662490 E 122.289790 yang kemudian ditindak lanjut dengan pengamanan, ” jelasnya.

Masih tingginya aktifitas pembalakan liar yang terjadi di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dalam beberapa tahun terakhir masih terjadi, lanjut David menjelaskan selain tindakan preemtif dan preventif yang dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum untuk memberikan penyadaran hukum kepada masyarakat, tak ayal penegakan hukum menjadi tindakan terakhir yang dilakukan oleh Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Kalimantan, Seksi Wilayah III Pontianak guna memberikan efek jera kepada pelaku pembalakan liar.

“Tersangka AS dengan menggunakan Kapal Motor Bandong dari Desa Pulau Majang Kecamatan Badau menuju Desa Jongkong Tanjung Kecamatan Jongkong membawa kayu hasil jarahannya tanpa disertai dokumen yang jelas untuk penggunaan kayu tersebut untuk kebutuhan pembuatan Jembatan di Desa Jongkong Tanjung Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu. Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan lacak balak PPNS Balai PPHLHK menemukan bekas tebangan pohon Tembesu yang berada dikawasan Taman Nasional Danau Sentarum pada titik koordinat N 0.889740 E 111.983250 tepatnya di Desa Pulau Majang, Kecamatan Badau yang masuk wilayah Resort Pulau Majang Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah VI Semitau/Lanjak. Dalam hal ini tersangka AS di duga telah melakukan perbuatan berupa mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan, sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 12 huruf e Jo. Pasal 83 Ayat (1) huruf b Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, ” papar David.

Lebih lanjut David mengatakan untuk penahanan tersangka AS saat ini dititipkan di Rutan Kelas II b Putussibau. Yang menjadi Barang Bukti dalam Perkara tersebut telah diamankan kayu bulat kecil jenis Tembesu sebanyak 215 (dua ratus lima belas) batang, dengan dilengkapi kwitansi pembayaran panjar tiang kayu tembesuk dari Andy A. Selaku Kaur Pembangunan Desa Jongkong Tanjung yang diterima oleh Abang Syahbudin sebanyak Rp 3 juta. Kemudian juga didapatkan kwintasi pembayaran panjar tiang kayu tembesu dari Andy A. yang diterima oleh Abang Syahbudin sebanyak Rp 4 juta.
Dan kwintasi lainnya juga dijadikan barang bukti, berupa bukti pembayaran tiang kayu tembesuk dari Andy A yang diterima oleh Abang Syahbudin sebesar Rp.7 juta tertanggal 16 Januari 2016.

“Saat ini semua barang bukti termasuk kayu bulat kecil jenis Tembesu sebanyak 215 batang dititipkan di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum di Putussibau, ” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kanit Penyidikan, M. Dedy Hardinianto, SH menambahkan bahwa dalam proses penyidikan terhadap tersangka AS, Seksi Wilayah III Pontianak Balai PPHLHK juga melibatkan Korwas PPNS Polda Kalimantan Barat, dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi baik yang berada di Desa Jongkong maupun Desa Pulau Malang. Dan dalam penangkapan tersangka AS lebih jauh Dedy mengatakan, penangkapan dengan prosedur berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor PT.KAP.01/BPPHLHK/SW.3/6/PPNS/2016 tanggal 14 Juni 2016, dan dilakukan Penahanan selama 20 hari dari tanggal 14 Juni 2016 sampai dengan 3 Juli 2016.

“Namun penahanan tersangka diperpanjang penahanan selama 40 hari sejak tanggal 04 Juli 2016 sampai dengan tanggal 12 Agustus 2016, berdasarkan Surat Perpanjangan Penahanan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat yang dikeluarkan oleh Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Selaku Penuntut Umum, dengan nomor surat Tap-89/Q.1.4/Euh.1/06/2016 tanggal 21 Juni 2016 dan Surat Perintah Perpanjangan Penahanan PT. PANJANG.HAN.07 BPPH/HK/SW.3/6/PPNS/2016, tanggal 24 Juni 2016, ” tukas Dedy. /* (Dev)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *