Terminal Darat Antar Negara akan Dibangun di Badau

PUTUSIBAU, POSTKOTAPONTINAK.COM-Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, MH dalam kunjungan kerja ke

Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH, kunjungan ke Badau didampingi Kadis PU Kalbar Jakius Sinyor, Kadis Perhubungan Anthony S. Runtu, dan Kepala Biro Pemerintahan Herkulana Mekaryani dan Assisten III Robert Nusanto, kedis Kesehatan serta Ka. Biro Humas./mhs
Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH, kunjungan ke Badau didampingi Kadis PU Kalbar Jakius Sinyor, Kadis Perhubungan Anthony S. Runtu, dan Kepala Biro Pemerintahan Herkulana Mekaryani dan Assisten III Robert Nusanto, kedis Kesehatan serta Ka. Biro Humas./mhs

Kecamatan Badau Kapuas Hulu (24/9/2015) melakukan peninjauan PPLB Badau yang sudah mulai digunakan sebagai pintu keluar masuk Indonesia-Malaysia (Lubuk Antu). 

Sehari sebelumnya orang nomor satu di Kalbar itu meninjau jalan ruas Simpang Silat-Badau, dan menyempatkan diri mengunjungi Rumah Betang Djanting Badau. Pada Kunjungan ke PPLB Badau, Cornelis didampingi Kepala Dinas PU Kalbar Jakius Sinyor, Kepala Dinas Perhubungan Anthony S. Runtu, dan Kepala Biro Pemerintahan Herkulana Mekaryani dan Assisten III Robert Nusanto, kepala Dinas Kesehatan serta kepala biro Humas dan lain sebagainya. 

Terlihat pula jalan protokol menuju PPLB dari Kota Kecamatan Badau sedang dalam proses pelebaran. Cornelis mengatakan, di Badau akan dibangun terminal darat antar negara, sekarang dipersiapkan pembebasan tanah untuk jalan, Badau 4 jalur selebar 7,5 meter tahun ini 45 milyar, penanganan reguler Badau- Putusibau Nanga Era 277 Milyar.

Tahun 2016 Badau-Lanjak 27 km 299 milyar. “Target ruas jalan Badau Nanga Era harus sudah tersambung, demikian juga Putusibau Nanga Ea sudah aspal,” ujar Cornelis.

Dirinya berharap  harus ada sinergi antara pemerintah pusat sampai pemerintah daerah”Kita bertahap, paralel perbatasan pertama ke arah Lanjak, tahun berikutnya dari puring kencana ke Empanang,” kata Cornelis lagi.

Orang nomor satu di Kalbar itu juga meminta agar jalan-jalan yang rusak, kalau itu milik provinsi maka segera diinventarisir dan akan diperbaiki tapi itu akan masuk jalan negara termasuk Silat-Badau.

Menjawab kesulitan air bersih di perbatasan, Cornelis mengatakan, untuk 2015, Air bersih,  dibangun tolong didukung jangan dihambat. Dirinya juga berpesan agar masyarakat Siap-siap menghadapi keluar masuk orang dan barang, tanah-tanah di tepi jalan jangan dijual, jangan silau dengan uang orang. Maksimalkan produk yang bisa diekspor ke negara lain, ” Buat warung khas makanan daerah,” kata Cornelis dan yang tidak kalah penting menurut Cornelis. (hms/firmus)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *