Terkesan Rumah Betang “KOPAR” Tidak Terawat

POSTKOTAPONTIANAK.COM — SANGGAU !! Rumah betang adalah rumah adat khas Kalimantan yang terdapat diberbagai penjuru Kalimantan dan dihuni oleh masyarakat Dayak terutama didaerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat pemukiman suku Dayak.

Rumah betang mempunyai ciri khas tertentu yaitu seperti bentuk panggung dan memanjang. Panjangnya mencapai 30-150 meter, lebarnya mencapai 10-30 meter dengan tinggi 3-5 meter dan dengan jumlah penghuni mencapai 100-150 jiwa.

Kehidupan dirumah betang itu budayanya sangatlah tradisional sehingga mampu untuk beradaptasi dengan lingkungan guna menjunjung tinggi nilai- nilai budaya dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan. Selain itu rumah betang juga mempunyai nilai seni yang begitu tinggi seperti pandai besi, menganyam, mengukir   masih banyak nilai seni yang tersirat didalamnya.

Sanggau juga mempunyai peninggalan atau warisan nenek  moyang yang sudah turun temurun salah satunya ialah rumah betang yang ada di dusun Kopar, desa Dosan Kecamatan Parindu.

Rumah betang Kopar yang semakin hari semakin hancur dan tidak terawat sehingga tidak layak untuk dihuni lagi, padahal sekitar tahun 90an dulu bayak masyarat yang hidup didalam rumah betang tersebut dan merupakan tempat pertemuan, tempat berkumpul masyarat pada acara- acara besar terutama acara Malis tutur,  Stepanus Lahong (50th)

Kondisi rumah betang kopar yang rusak parah seperti lantai dan lain sebagai sangatlah memprihatinkan. Harapan masyarakat dusun Kopar agar pihak pemerintah, dinas pariwisata atau para donatur agar ambil bagian dalam perawatan rumah betang Kopar yang sangat memprihatinkan. Karena itulah satu- satunya aset budaya Yang masih ada yaitu rumah betang yang tua ( yang masih tradisional ) di kabupaten Sanggau yang masih dikunjungi para tamu termasuk turis- turis asing. /An

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *