Terjadi Lagi Korban Salah Tembak Ketika Berburu

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! MELAWI – Kasus salah tembak kembali terjadi di wilayah Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi. Kejadian nahas kali ini menimpa Deni (35), seorang karyawan perkebunan sawit, PT Adau Agro Kalbar.

Deni korban salah tembak saat ditangani tim medis./ fran/Postkotapontianak.com
Deni korban salah tembak saat ditangani tim medis./ fran/Postkotapontianak.com

Saat itu sedang memancing bersama teman-temannya, korban tertembak peluru diketahui dari jenis senapan rakitan lantak secara tidak sengaja oleh Nehimia Maertabat. Jumat (13/5) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dari kejadian tersebut mengakibatkan Deni mengalami luka tembak di perut sebelah kiri, dan korban langsung dilarikan ke rumah sakit Nanga Pinoh untuk mendapatkan penanganan medis.

Kronologi kejadian ketika pelaku, Nehermia Maertabat ditemani menantunya bernama Marjan hendak memburu hewan babi hutan. Sesaat berada di daerah Tapang Kuning, Marjan pengintaian hewan buruan dari atas pohon dengan menggunakan senapan angin. Jelas Kasatreskrim Polres Melawi, AKP Siswadi

Saat Nehermia menyusuri area perburuan hingga ke dalam.  Tak lama berselang, dari kejauhan terlihat hewan buruan dan kontak dibidiknya. Namun nahas, peluru senapannya salah sasaran tidak mengenai target justru menyasar ke tubuh Deni.

 “Melihat korban tertembak, Nehermia langsung bergegas menolong dan meminta bantuan. Kami sedang tangani kasus ini, pelaku juga langsung menyerahkan diri ke polsek terdekat,” ujar Siswadi.

Peristiwa kali ini, merupakan yang kedua kalinya terjadi dalam rentang waktu sebulan terakhir. “Kalau yang bulan lalu, korban dan pelakunya sama-sama meningggal, karena korban meninggal setelah dirawat di rumah sakit, sementara pelaku salah tembak meninggal karena bunuh diri,” katanya.

Akibat perbuatannya, Nehermia dijerat Undang-undang Darurat terkait kepemilikan serta penyalahgunaan senjata api, serta pasal 359 KUHP yakni kelalaian yang menyebabkan orang lain terluka. “Hanya nanti pengenaan pasal 359 masih menunggu kondisi dari korban. Kalau nantinya korban sampai meninggal, maka ancamannya bisa lebih berat,” tegasnya.

Saat berita ini ditayangkan diketahui Deni dikabarkan telah meninggal di RS. Antonius Pontianak. ( Frans somil ).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *