Tarian yang Hampir Punah di Maluku Kembali Dihidupkan di Jamnas 2016

JAKARTA – Apa yang terjadi jika 25 ribu anak-anak Pramuka usia 11-15 tahun dari 34 Indonesia berkumpul dalam satu bumi perkemahan?. Dari pantauan di lapangan nampak mereka saling berkenalan dan mengisi buku yang disiapkan panitia. Hal lainnya adalah setiap kontingen menampilkan budaya dari dari daerahnya masing-masing, salah satunya Tarian Tradisional Pata Cengkeh

Menurut Kak Fin, salah satu pembina pendamping Kontingen Maluku, tarian ini tidak populer lagi, tugas generasi sekarang khususnya Pramuka mengangkatnya kembali, karena banyak nilai-nilai luhur yang disampaikan dalam tari ini.

”Di Jambore Nasional ini, kami mempersembahkan Tarian Pata Cengkeh, ini adalah Tari asli dari Maluku yang sudah hampir punah, maksudnya sudah banyak generasi muda yang tidak kenal yang jarang ditampikan, jangankan di televisi, di googlepun infonya terbatas”, jelas Kak Fin di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur, Jakarta (18/8/2016).

Kedepannya lanjut Kak Fin, tarian ini akan diajarkan kepada anggota Pramuka, demi menjaga eksistensi seni dan budaya Maluku sebagai bagian dari keberagamaan bangsa Indonesia. ‎

Sebelumnya di Jambore Nasional saat Upacara Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-71 juga didakan Karnaval Budaya, pasar rakyat, kampanye internet sehat, pengibaran bendera merah putih di Setu Cibubur. Uniknya dalam Upacara HUT RI ke-71 kemarin peserta diwajibkan menggunakan pakaian adat daerah masing-masing. “mungkin ini Upacara HUT RI dengan peserta menggunakan pakaian adat terbanyak di Indonesia”, jelas Kak Adhyaksa Dault, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka sesat setelah memimpin Upacara HUT RI ke-71 di lokasi Jamnas X 2016, Cibubur Jakarta./ (HK)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *