Tanggul Jebol Ancam Swasembada Pangan Nasional

Foto ; dok SJP
Foto ; dok SJP

PONOROGO-Program Swasembada Pangan yang diluncurkan Presiden RI Jokowi terancam tidak terealisasi. Pasalnya, hujan deras yang terjadi selama berjam-jam di wilayah Kecamatan Bungkal dan sekitarnya, kemarin malam mengakibatkan beberapa tanggul di beberapa desa jebol. Jebolnya tanggul tersebut mengakibatkan ratusan hektar tanaman padi siap panen terancam puso. Beberapa tanggul jebol terjadi di Desa Bungkal, Bancar, Bediwetan (Kecamatan Bungkal) dan Desa Ngasinan (Kecamatan Jetis). Bahkan kantor UPTD Pertanian Kecamatan Bungkal yang berada di Desa Bediwetan juga terendam air bah.

“Padi kami siap panen tapi semuanya tertutup lumpur karena tanggul sungai Cangkring jebol,” kata Kateno yang diamini Gunung, warga Desa Bungkal. Akibat kejadian tersebut beberapa hektar tanaman padi tidak bisa dipanen sehingga petani mengalami kerugian. Dia berharap Pemkab Ponorogo segera memperbaiki tanggul yang jebol. “Mudah-mudahan segera ada perbaikan dari Pemkab Ponorogo,” harapnya yang diamini oleh Miselan, warga Desa Padas yang tanaman padinya terdampak luapan lumpur sungai Cangkring.

Secara terpisah Camat Bungkal, Tony Sumarsono mengaku sudah melaporkan kejadian bencana di wilayahnya tersebut. “Secara tertulis sudah kami laporkan ke Pemkab Ponorogo atas bencana alam ini,” ujar Tony.

Tidak hanya menggenangi puluhan hektare tanaman padi milik petani di Kecamatan Bungkal saja. Banjir juga merugikan warga Kecamatan Balong. Bahkan banjir juga menutup akses jalan utama Desa Bajang, Kecamatan Balong, yang menjadi satu-satunya akses bagi warga empat desa itu sendiri.

Akses jalan yang terendam banjir tersebut menghambat warga yang akan menuju pasar dan ribuan pelajar SD dan SMP dari keempat desa itu. “Ketinggian air yang menutup jalan sekitar 50-75 sentimeter (cm). Banjir luapan Sungai Jeruk ini terjadi setiap kali turun hujan deras. Ini terjadi sejak tahun 2011 akibat badan sungai dangkal dan menyempit,” ujar Kepala Desa Bajang, Ninik Setyowati, Kamis (28/3).

Ia sudah berulang kali mengusulkan kepada Pemkab Ponorogo untuk program normalisasi Sungai Jeruk. Ia berharap genangan banjir tidak sampai tiga atau empat hari merendam tanaman padi, karena bisa mengakibatkan bulir padi membusuk.

Banyak petani dari keempat desa yang menjadi langganan banjir itu mengeluh karena tanaman padi mereka yang sebenarnya pekan depan sudah waktunya panen, kini malah terendam banjir. Pihaknya berharap Presiden Jokowi merealisasikan janjinya saat penen padi di Kecamatan Jetis beberapa waktu lalu. Saat itu Jokowi akan melakukan normalisasi atau pengerukan sungai secepatnya. “Semoga pak Jokowi tidak lupa janjinya,” katanya. (MUH MIRCHOLIS)/SJP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *