Tanam Kemiri Sunan, Ciptakan Desa Iklim di Mandor

 ( Bupati Karolin Margret Natasa, dalam kegiatan penanaman kemiri Sunan untuk ciptakan Desa Iklim di Mandor./dan )

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( MANDOR )- (31/07/17), Bupati Kabupaten Landak dr. Karolin Margret Natasa canangkan 3 desa di kecamatan mandor sebagai desa iklim. Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam aksi pengendalian perubahan iklim dengan melakukan penanaman kemiri sunan di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) Desa Kasturi, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Senin.

“Kami sedang mempersiapkan 3 desa ini yakni desa kasturi, desa salatiga dan desa mandor untuk menjadi desa iklim. Kami sedang membuat kajiannya lagi dan mempersiapkan untuk mensukseskan program dari pusat mengenai desa iklim, mudah-mudahan dalam waktu dekat ada hal-hal yang bisa kami segera laksanakan sebagai bentuk aksi dari Pemerintah Kabupaten landak,” tuturnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Kalbar, Cornelis, Ketua TP PKK Kalbar, Ny. Frederika Cornelis, Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim KHLK Sarwono Kusumaatmadja, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam KHLK Agus Justianto, Penasehat Independen Yayasan Belantara Tachrir Fathroni, Dekan Fakultas Kehutanan Untan, Gusti Hardiansyah, Danrem 121/ABW Kalbar Kolonel Inf. Bambang Ismawan, Irwasda Polda Kalbar Kombes Pol. Suyata, Wakapolres Landak Kompol Damianus, SIK, OPD Provinsi Kalbar dan Kabupaten Landak, Kepala Desa se Kecamatan Mandor, Tokoh Masyarakat, dan Pemuka Adat.

Berdasarkan peta terakhir yang di keluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Landak, untuk wilayah gambut dan lahan kritis terutama terdapat di 3 desa di Kecamatan Mandor yaitu desa salatiga, mandor dan kasturi. Daerah tersebut merupakan daerah yang perlu diwaspadai terjadinya kebakaran hutan.

“Puji Tuhan Pak Gubernur, kami laporkan untuk 3 wilayah ini sampai hari ini situasi masih aman terkendali dan kami masih tetap terus siaga, setiap hari updatenya tentang hotspot kita terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran forkopimda di Kabupaten Landak,” lapor Karolin.

Karolin mengatakan yang menjadi persoalan munculnya titik hotspot di wilayah Kabupaten Landak adalah kebiasaan masyarakat untuk membakar ladang. Pihaknya terus memantau dan mengawasi agar tidak meluas selain itu Pemerintah Kabupaten Landak juga memperioritaskan pengawasan terhadap lahan gambut yang mudah terbakar.

Bupati Karolin mengajak para stakeholder dan semua pihak terkait selain membuat komitmen dengan penandatanganan MoU juga dituntut bersungguh-sungguh melakukan kegiatan aksi dimasyarakat.
“Terus terang sampai pada hari ini, pemberdayaan masyarakatnya dinilai masih sangat kurang, bagaimana memanfaatkan limbah, bagaimana melakukan upaya-upaya penghijauan berbasis masyarakat ini yang masih sangat kurang,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan dengan kemampuan yang terbatas dari Pemda Kabupaten Landak selalu berupaya semaksimal mungkin mensukseskan berbagai program baik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) maupun dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Oleh karena itu kepada seluruh kepala desa dan jajaran Pemerintah Desa, saya sebagai Bupati menghimbau agar didesa masing-masing juga melakukan pelestarian lingkungan dengan menanam pohon, memperbaiki lahan-lahan kritis kita. Jangan hanya melakukan pembangunan yang bersifat fisik saja tetapi melestarikan lingkungan harus menjadi salah satu agenda,” pungkasnya.(rel/dan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *